Harga kacang tanah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) melonjak hingga tembus Rp 45 ribu/Kg. Kenaikan itu membuat sejumlah pedagang sambal bumbu kacang terpaksa berhenti produksi lantaran tidak mau merugi.
Kenaikan harga kacang tanah terpantau terjadi di Pasar Wonomulyo, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Selasa (13/1). Kacang tanah yang sebelumnya dijual seharga Rp 30 ribu/Kg naik menjadi Rp 45 ribu/Kg.
“Pedagang (bumbu kacang) sudah banyak yang istirahat karena kacang mahal,” ujar salah satu perajin bumbu kacang, Marni kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).
Menurut Marni, kenaikan harga kacang tanah mulai terjadi sebelum pergantian tahun 2025. Dia mengaku terpaksa menaikkan harga bumbu kacang buatannya agar dapat terus berjualan.
“Kenaikan harga belum cukup sebulan, sebelum tahun baru. Agar tidak rugi, saya terpaksa naikkan harga bumbu kacang, sekarang dijual 120 ribu/Kg, dulunya hanya Rp 80/Kg,” ungkapnya.
Sementara salah satu pedagang, Muliati mengatakan kenaikan harga kacang disebabkan kurangnya pasokan dari petani. Pasokan pun menjadi terbatas hingga harga dinaikkan pedagang.
“Naik sekali harga kacang, baru terjadi seperti ini. Mungkin karena pasokan dari petani berkurang,” ujar Muliati.
Dia menyebut, kenaikan harga ini sangat dikeluhkan warga. Meski begitu, dia mengaku jika kenaikan harga ini tidak berpengaruh pada omset yang diperoleh.
“(Omzet) tidak (terpengaruh), karena meskipun warga mengeluh mereka tetap beli (kacang tanah) karena kebutuhan,” pungkas Muliati.







