Pemkot Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak konsisten atau labil terkait izin rekomendasi event Baku Tumbuk usai diprotes Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Pemkot sempat memberikan izin namun belakangan mengeluarkan surat penundaan rekomendasi event tersebut.
Event itu akan digelar di Gelanggang Olah Raga (GOR) Mandiri Parepare, Sabtu (7/2/2026). Ketua Panitia, Ahmad Kamal mengakui ada miskomunikasi dengan KONI namun telah diluruskan dan pihaknya sudah mendapatkan rekomendasi dari cabang olahraga (cabor) kickboxing.
“Pertama-tama sebelumnya saya mau meminta maaf kepada pihak KONI karena memang ada miskomunikasi lah. Terus yang kedua, terkait masalah izin rekomendasi dan lain-lain (cabor kickboxing) itu alhamdulillah kita sudah lengkap semua,” kata Ahmad kepada infoSulsel, Rabu (14/1).
Dia mengungkapkan event tersebut akan menerapkan aturan cabor kickboxing pada umumnya. Sementara pemilihan tema Baku Tumbuk karena familiar di masyarakat khususnya di Parepare.
“Postingan yang sudah kami posting itu ada tulisan besar kickboxing. Ah, cuma tidak terlalu nampak karena ditutupi oleh gambar fighter. Dan sedari awal Baku Tumbuk sudah melekat di benak masyarakat. Sebenarnya event ini kita pakai rules kickboxing,” katanya.
Peserta yang akan bertanding nantinya diwajibkan memakai pelindung mulai dari head guard, mouthguard hingga pelindung kelamin. Selain itu, semua peserta akan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.
“Diwajibkan untuk semua fighter itu memakai protektor, mulai dari head guard, glove, mouthguard, pelindung kelamin, sama shin guard (pelindung tulang kering). Kedua, semua fighter kita asuransikan di BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.
Dia menegaskan event tersebut akan memakai arena ring sesuai aturan kickboxing. Semua pertandingan juga akan dipimpin oleh wasit berlisensi dari asosiasi wasit Sulawesi Selatan.
“Arena kita pakai ring, pakai wasit berlisensi dari Asosiasi Wasit Sulawesi Selatan. Wasit kickboxing, memang kickboxing,” ujarnya.
Dia menambahkan kegiatan itu diikuti peserta amatiran pria dan wanita dengan total 30 peserta. Kamal juga menyiapkan duel khusus yang bertajuk seleb match.
“Pesertanya amatir. 30 orang, 15 match. Jadi ini sebenarnya dikonsepkan entertain. Entertain-nya yang kita kedepankan, sportivitas entertain. 12 laki-laki, 1 seleb match, 2 match perempuan,” bebernya.
Belakangan, Ketua KONI Parepare, Fadly Agoes Mante meminta Kickboxing Indonesia (KBI) Parepare membatalkan rekomendasi untuk event Baku Tumbuk. Pasalnya panitia tidak melibatkan pengurus kickboxing.
“Kami akan surati KBI untuk menganulir rekomendasinya. Disesuaikan dengan aturan yang berlaku,” kata Fadly kepada infoSulsel, Kamis (15/1).
Dia mengungkapkan ada beberapa pertimbangan agar rekomendasi itu dicabut. Salah satunya, tidak ada pengurus Kickboxing dalam struktur kepanitiaan sehingga mereka tidak terlibat dalam event tersebut.
“Karena satu, keterlibatan pengurus Kickboxing Parepare tidak ada di struktur kepanitiaan. Kemudian kedua, KBI mengakui ada kealpaan, kelalaian dalam koordinasi sehingga tidak diketahui oleh KONI,” ujarnya.
Dia meminta pengurus kickboxing untuk fokus mematangkan persiapan menghadapi event Porprov Sulsel. Fadly berharap polemik event Baku Tumbuk tidak mengganggu persiapan cabor kickboxing.
“Kemudian ketiga, yaitu kita kembali ke kickboxing agar konsentrasi di Porprov, persiapan Porprov,” katanya.
Di sisi lain, Fadly mengaku tidak mempermasalahkan jika panitia tetap melaksanakan event Baku Tumbuk. Namun dia menegaskan, panitia tidak boleh mengklaim itu bagian dari event olahraga.
“Silakan saja. Yang penting jangan mengklaim itu bagian daripada Kickboxing, karena Kickboxing itu ada aturan main,” jelasnya.
Sementara Ketua Kickboxing Indonesia Parepare, Ashadi Tajuddin mengaku mempertimbangkan untuk membatalkan rekomendasi event Baku Tumbuk. Pasalnya, event itu sudah menjadi polemik di tengah masyarakat.
“Kita sudah komunikasikan dengan KONI. Kalau saya itu walaupun misalnya anu saya tetap saya cabut. Kalau memang banyak riak-riaknya daripada yang bagusnya,” katanya kepada infoSulsel, Kamis (15/1).
Dia mengaku tak pernah dilibatkan dalam rapat kepanitiaan event tersebut. Ashadi mengeluarkan rekomendasi karena menganggap event tersebut sudah sesuai aturan.
“Saya tidak pernah ikuti rapatnya itu. Saya cuma kasih keluar saja rekomendasi. Karena memang kan kita sebagai cabor itu memang wajib (memfasilitasi) selama sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku,” jelasnya.
Dia juga menyayangkan panitia event itu tidak memakai tema kickboxing. Justru pihak panitia menggaungkan tema Baku Tumbuk yang menjadi sorotan warga.
“Tapi saya lihat memang ini tidak ditonjolkan kickboxing-nya. Yang ribut itu kan karena ada Baku Tumbuk. Itu judul ji itu, judulnya,” jelasnya.
Melihat dinamika terkait event tersebut, Pemkot Parepare, mengeluarkan surat penundaan rekomendasi melalui Badan Kesbangpol Parepare pada Kamis (15/1). Surat dengan nomor 200.1.3/41/BKBP diteken Kepala Badan Kesbangpol Parepare, Rustan Asta.
“Penundaan ini kami lakukan setelah mencermati situasi terkini yang berkembang di tengah masyarakat adanya keresahan dan/atau pro-kontra atas rencana pelaksanaan kegiatan Parepare Baku Tumbuk Vol 1,” kata Rustan dalam surat tersebut, dikutip infoSulsel, Kamis (15/1).
Saat dikonfirmasi, Rustan membenarkan terkait surat penundaan rekomendasi untuk event Baku Tumbuk. Dia berharap penyelenggara memberikan pemahaman agar tidak salah persepsi.
“Ditunda dulu sambil mensosialisasikan ke masyarakat supaya tidak salah persepsi,” katanya.
Dia juga menanggapi sikap KONI dan cabang olahraga (cabor) kickboxing yang akan mencabut rekomendasinya. Rustan menegaskan Pemkot tidak bisa memberikan rekomendasi jika KONI atau cabor terkait tidak memberi izin.
“Ditunda. Apalagi KONI mau cabut rekomendasinya,” tegasnya.
KONI Minta Kickboxing Batalkan Rekomendasi
Kickboxing Pertimbangkan Cabut Rekomendasi
Pemkot Parepare Tunda Rekomendasi
Belakangan, Ketua KONI Parepare, Fadly Agoes Mante meminta Kickboxing Indonesia (KBI) Parepare membatalkan rekomendasi untuk event Baku Tumbuk. Pasalnya panitia tidak melibatkan pengurus kickboxing.
“Kami akan surati KBI untuk menganulir rekomendasinya. Disesuaikan dengan aturan yang berlaku,” kata Fadly kepada infoSulsel, Kamis (15/1).
Dia mengungkapkan ada beberapa pertimbangan agar rekomendasi itu dicabut. Salah satunya, tidak ada pengurus Kickboxing dalam struktur kepanitiaan sehingga mereka tidak terlibat dalam event tersebut.
“Karena satu, keterlibatan pengurus Kickboxing Parepare tidak ada di struktur kepanitiaan. Kemudian kedua, KBI mengakui ada kealpaan, kelalaian dalam koordinasi sehingga tidak diketahui oleh KONI,” ujarnya.
Dia meminta pengurus kickboxing untuk fokus mematangkan persiapan menghadapi event Porprov Sulsel. Fadly berharap polemik event Baku Tumbuk tidak mengganggu persiapan cabor kickboxing.
“Kemudian ketiga, yaitu kita kembali ke kickboxing agar konsentrasi di Porprov, persiapan Porprov,” katanya.
Di sisi lain, Fadly mengaku tidak mempermasalahkan jika panitia tetap melaksanakan event Baku Tumbuk. Namun dia menegaskan, panitia tidak boleh mengklaim itu bagian dari event olahraga.
“Silakan saja. Yang penting jangan mengklaim itu bagian daripada Kickboxing, karena Kickboxing itu ada aturan main,” jelasnya.
KONI Minta Kickboxing Batalkan Rekomendasi
Sementara Ketua Kickboxing Indonesia Parepare, Ashadi Tajuddin mengaku mempertimbangkan untuk membatalkan rekomendasi event Baku Tumbuk. Pasalnya, event itu sudah menjadi polemik di tengah masyarakat.
“Kita sudah komunikasikan dengan KONI. Kalau saya itu walaupun misalnya anu saya tetap saya cabut. Kalau memang banyak riak-riaknya daripada yang bagusnya,” katanya kepada infoSulsel, Kamis (15/1).
Dia mengaku tak pernah dilibatkan dalam rapat kepanitiaan event tersebut. Ashadi mengeluarkan rekomendasi karena menganggap event tersebut sudah sesuai aturan.
“Saya tidak pernah ikuti rapatnya itu. Saya cuma kasih keluar saja rekomendasi. Karena memang kan kita sebagai cabor itu memang wajib (memfasilitasi) selama sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku,” jelasnya.
Dia juga menyayangkan panitia event itu tidak memakai tema kickboxing. Justru pihak panitia menggaungkan tema Baku Tumbuk yang menjadi sorotan warga.
“Tapi saya lihat memang ini tidak ditonjolkan kickboxing-nya. Yang ribut itu kan karena ada Baku Tumbuk. Itu judul ji itu, judulnya,” jelasnya.
Kickboxing Pertimbangkan Cabut Rekomendasi
Melihat dinamika terkait event tersebut, Pemkot Parepare, mengeluarkan surat penundaan rekomendasi melalui Badan Kesbangpol Parepare pada Kamis (15/1). Surat dengan nomor 200.1.3/41/BKBP diteken Kepala Badan Kesbangpol Parepare, Rustan Asta.
“Penundaan ini kami lakukan setelah mencermati situasi terkini yang berkembang di tengah masyarakat adanya keresahan dan/atau pro-kontra atas rencana pelaksanaan kegiatan Parepare Baku Tumbuk Vol 1,” kata Rustan dalam surat tersebut, dikutip infoSulsel, Kamis (15/1).
Saat dikonfirmasi, Rustan membenarkan terkait surat penundaan rekomendasi untuk event Baku Tumbuk. Dia berharap penyelenggara memberikan pemahaman agar tidak salah persepsi.
“Ditunda dulu sambil mensosialisasikan ke masyarakat supaya tidak salah persepsi,” katanya.
Dia juga menanggapi sikap KONI dan cabang olahraga (cabor) kickboxing yang akan mencabut rekomendasinya. Rustan menegaskan Pemkot tidak bisa memberikan rekomendasi jika KONI atau cabor terkait tidak memberi izin.
“Ditunda. Apalagi KONI mau cabut rekomendasinya,” tegasnya.
