Penjaga SD di Polman Nyambi Tukang Bentor Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu

Posted on

Abdul Muttalib (56), seorang caraka atau penjaga SDN 017 Sidorejo di Kabupaten Polewali Mandar (), Sulawesi Barat (Sulbar), akhirnya diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu setelah 20 tahun mengabdi. Sebelum menjadi aparatur sipil negara (ASN), Muttalib juga bekerja sebagai tukang bentor untuk menghidupi keluarga.

Muttalib resmi menerima SK pengangkatan PPPK Paruh Waktu dalam pelantikan yang digelar di halaman kantor Bupati Polman, Kamis (15/1). Muttalib kemudian viral setelah sempat mengendarai bentor menuju lokasi pelantikan.

“Saya tidak menduga akan viral. Nanti setelah pulang ke rumah, keluarga berdatangan dengan mata berkaca-kaca karena terharu, menyampaikan kalau saya ada di dalam handphone,” kata Muttalib kepada wartawan, Jumat (16/1/2026).

Muttalib merupakan warga Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo yang menetap bersama keluarganya di salah satu perumahan di kompleks SDN 017 Sidorejo. Dia sudah menjadi caraka di sekolah tersebut sejak 2005 silam.

“Dulu ada tante yang menawarkan profesi ini (caraka), karena caraka sebelumnya sudah pensiun. Saya sempat pikir-pikir selama dua minggu, setelah mendengar nasihat tante, akhirnya saya terima, apalagi saya bisa tinggal di sini,” paparnya.

Ayah enam anak itu mengungkapkan, bentor yang dikendarai menuju lokasi penerimaan SK merupakan miliknya yang sengaja dibeli untuk mencari tambahan pemasukan. Dia mengaku merasa lebih aman memakai bentor itu meski sejumlah rekannya sempat menyarankan agar meminjam sepeda motor.

“Teman-teman sempat menyampaikan kenapa saya tidak pinjam motor, tapi saya berpikir lebih aman kalau pakai bentor karena rodanya tiga, apalagi kita ini sudah tua. Ini juga bentor merupakan kendaraan saya untuk mencari nafkah setelah jam sekolah,” ucap Muttalib.

Perjalanan menggunakan bentor menuju lokasi penerimaan SK ditempuh selama lebih kurang 30 menit. Muttalib mengaku sempat nyasar ke tempat lain lantaran kurang teliti membaca surat undangan penyerahan SK.

“Sempat nyasar ke gedung gabungan dinas. Saya sempat duduk-duduk di depan masjid, untung ketemu ibu-ibu pakaian dinas juga menyampaikan kalau lokasi penyerahan SK itu di kantor bupati,” sambungnya.

Muttalib mengaku tidak ada persiapan khusus yang dilakukan menjelang mengikuti upacara penerimaan SK. Dia masih sempat menyelesaikan sejumlah tugas lalu meminta izin kepala sekolah (kepsek) untuk menemui keluarganya.

“Sempat saya buatkan air panas kepsek, naikkan bendera di sekolah, lalu minta maaf izin meninggalkan tugas di sekolah, berharap doa agar selamat sampai di Polewali,” imbuh Muttalib.

Muttalib mengaku sempat merasa berkecil hati karena momen upacara penerimaan SK itu diikuti tanpa kehadiran anak dan istrinya. Salah satu anaknya masih dirawat usai mengalami kecelakaan, sementara sang istri mengatur distribusi makanan bergizi gratis (MBG).

“Keluarga tidak bisa hadir, soalnya anak yang pertama habis kecelakaan, sedangkan istri gantikan tugas saya atur distribusi MBG di sekolah. Daripada lepas tanggung jawab, istri yang ambil alih tugas saya,” tambahnya.

“Makanya buru-buru pulang karena mikirin MBG juga, karena anak-anak biasanya dihamburkan saja ompreng setelah makan, makanya harus betul-betul dicek jangan sampai ada yang rusak apalagi sampai kurang,” tutur Muttalib.

Muttalib mengaku tidak pernah menduga akan terangkat menjadi PPPK PW lantaran dirinya hanya tamatan SMP yang lanjut mengambil program paket C. Dia bangga dan merasa sangat bersyukur menjadi abdi negara meski dengan status PPPK Paruh Waktu.

“Saya merasa sangat bersyukur dan bangga meski statusnya paruh waktu, alhamdulillah bisa pakai baju Korpri, karena tidak semua bisa pakai seragam ini sebagai abdi negara,” jelasnya.

Muttalib merupakan salah satu dari 4.231 PPPK Paruh Waktu yang diangkat Pemkab Polman. Ribuan PPPK tersebut terdiri dari tenaga teknis, guru hingga tenaga kesehatan.

“Kita memberikan SK yang jumlahnya ini capai 4.231 orang, ada teknis, guru dan kesehatan,” kata Sekda Polman, Nursaid Mustafa yang dikonfirmasi terpisah.