Kasus dugaan pelecehan mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) berinisial EMM oleh oknum dosen DM masih dalam penyelidikan. Polisi kini tengah menganalisa komunikasi terakhir korban sebelum akhirnya ditemukan tewas tergantung.
“Kami juga sedang analisis komunikasi lewat HP korban. Analisa ini berdasarkan komunikasi korban,” kata Dirreskrimum Polda Sulut AKBP Suryadi kepada wartawan di Manado, Rabu (7/1/2026).
Suryadi menyebut sejumlah saksi termasuk pelapor yakni keluarga korban telah diperiksa. Namun dia tidak merinci siapa saja saksi yang dimaksud.
“Pelapor sudah diperiksa, saksi juga sudah diperiksa,” ucapnya.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Selain itu, polisi turut mendalami surat pelaporan yang ditulis tangan oleh korban sebelum ditemukan tewas tergantung. Pendalaman dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak kampus.
“Surat pernyataan yang diberikan, sedang kita analisa dan sedang kita koordinasi sama pihak rektorat,” bebernya.
Sementara itu, Suryadi menyebut terlapor yakni dosen DM hingga kini belum diperiksa. Dia menyebut pemeriksaan saat ini masih fokus kepada saksi-saksi terlebih dahulu.
“Oknum dosen DM belum diperiksa,” pungkas Suryadi.
Sebelumnya diberitakan, korban dugaan pelecehan oleh dosen DM ternyata tidak cuma satu. Sejumlah mahasiswa hingga alumni yang diduga turut menjadi korban kini mulai bersuara.
“Kita sudah bisa lihat di media sosial bahwa sudah banyak juga yang speak up dan menjadi bukti-bukti baru juga buat tim satgas,” ujar Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima, Aldjon Dapa kepada infocom, Sabtu (3/1).
Aldjon mengatakan korban yang mulai bersuara rata-rata merupakan alumni. Mereka turut mengaku pernah mendapatkan tindakan pelecehan serupa dari dosen DM saat masih kuliah.
“Iya (ada mahasiswi aktif), tapi itu sebagian alumni, ada yang sudah 10 tahun lalu, ada enam tahun lalu,” ungkap Aldjon.







