PSM Makassar tumbang dalam tiga laga beruntun. Pelatih PSM, Tomas Trucha mencari-cari alasan atas hasil buruk timnya saat ini.
Kekalahan didapat PSM saat bertandang ke markas Borneo FC Samarinda dalam lanjutan Super League, Sabtu (3/1/2026). Yuran Fernandes cs tumbang 1-2 di Stadion Segiri.
Bomber Borneo FC, Joel Vinicius jadi mimpi buruk PSM. Pemain asal Brasil itu mencetak brace untuk membalikkan keadaan, saat PSM unggul lebih dulu.
Ini menjadi kekalahan ketiga PSM di Super League. Juku Eja pekan lalu tumbang 0-1 di markas Persib Bandung via gol Andrew Jung lewat kreasi sepak pojok.
PSM juga menelan kekalahan di kandang saat menjamu Malut United. Gol cepat David da Silva membuat PSM kekok dengan skor 0-1.
Dengan demikian, PSM melalui tiga pertandingan beruntun dengan kekalahan. Sesuatu yang tidak diduga, mengingat laju start positif Tomas Trucha yang mencatatkan tiga kemenangan beruntun di awal kedatangannya di PSM.
Tomas Trucha mengomentari hasil-hasil buruk timnya di tiga laga terakhir. Dia berdalih timnya kalah di saat-saat kritis meski sudah menampilkan performa dominan.
“Sudah tiga kali kalah beruntun, dan ini tidak bagus untuk semuanya, tidak bagus untuk suporter, tidak bagus untuk owner, tidak bagus untuk pemain, tidak bagus untuk pelatih,” ujar Tomas Trucha usai laga melawan Borneo FC.
“Apa yang kita bisa lakukan sekarang adalah kembali ke latihan dan menganalisa apa yang kita lakukan dengan salah, dan coba untuk bekerja lebih baik lagi dan tidak mengulangi hal tersebut,” tambahnya.
Tomas Trucha menilai timnya kesulitan mempertahankan ritme sepanjang pertandingan. Timnya lagi-lagi gagal dalam mengantisipasi bola set piece yang berujung gol untuk lawan.
“Kita kesulitan untuk bermain di level yang bagus selama 90 menit, pada saat kita melawan Malut dan Persib juga kita tidak menunjukkan ini,” jelasnya.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
“Kita memiliki beberapa peluang dari free-kick dan juga corner, namun kita tidak mencetak dalam kesempatan-kesempatan tersebut dan lagi-lagi kita kemasukan dari set piece,” paparnya.







