Puasa Syaban merupakan salah satu amalan sunnah yang banyak dikerjakan umat muslim menjelang. Sebagai bulan terakhir yang terletak tepat sebelum Ramadhan, Syaban menjadi momen yang tepat untuk membiasakan berpuasa guna melatih fisik dan spiritual.
Bulan Syaban juga dikenal sebagai waktu di mana Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunnah karena memiliki nilai keutamaan yang luar biasa. Oleh karena itu, sudah sepatutnya umat Islam mencontoh Rasulullah dengan berpuasa sunnah di bulan Syaban.
Sebagai panduan buat infoers, berikut ini informasi lengkap mengenai puasa bulan Syaban, mulai dari jadwal, bacaan niat, hingga keutamaannya.
Simak selengkapnya yuk!
Menyadur dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun, sebenarnya tidak ada ketentuan khusus mengenai waktu pelaksanaan puasa bulan Syaban. Artinya, puasa sunnah ini dapat dikerjakan tanggal berapa pun sepanjang bulan Syaban.
Bahan, dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW berpuasa sunnah hampir satu bulan penuh pada bulan Syaban.
Diceritakan bahwa Ummu Salamah berkata, “Saya tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa dua bulan berturut-turut, kecuali pada bulan Syaban dan bulan Ramadhan.” (HR Tirmidzi dan Nasa’i)
Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama Indonesia, bulan Syaban berlangsung mulai 20 Januari 2026 dan berakhir pada 18 Februari 2026.
Artinya, umat Islam dapat melaksanakan puasa sunnah Syaban di rentang waktu tersebut, yakni mulai 20 Januari hingga sebelum 18 Februari 2026 sebagaimana ketentuan yang telah dipaparkan di atas.
Sebagai panduan, berikut ini beberapa jenis puasa sunnah yang dapat dikerjakan sepanjang bulan Syaban dalam konversi kalender Masehi-Hijriah:
Jadwal Puasa Nisfu Syaban
Jadwal Puasa Senin-Kamis
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh
Bagi umat Islam yang ingin melaksanakan puasa sunnah di bulan Syaban, maka perlu membaca niat terlebih dahulu. Berikut bacaan niat puasa Syaban sebagaiana dikutip dari buku Meraih Surga dengan Puasa oleh H Herdiansyah Achmad Lc:
نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الشَّعْبَانِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma-sy-syahri-sy-sya’baani sunnata-lillâhi ta’aala.
Artinya: “Saya berniat puasa pada bulan Syaban sunnah karena Allah Ta’ala.”
Di antara hikmah dianjurkannya puasa pada bulan Syaban yaitu karena terdapat keutamaan yang luar biasa bagi yang mengerjakannya. Melansir buku Hikmah Bulan Rajab dan Sya’ban oleh Dimitri Mahayana, bagi umat Islam yang menjalankan puasa sunnah selama tiga hari pada bulan Syaban dijanjikan ganjaran surga.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Bihâr al-Anwâr, dikutip hadis dari Imam Ja’far ash Shadiq AS, bahwa beliau berkata:
مَنْ صَامَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ شَعْبَانَ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ شَفِيْعَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barangsiapa berpuasa tiga hari pada bulan Sya’ban, wajib atasnya surga, dan Rasulullah SAW akan menjadi pemberi syafaatnya pada hari kiamat.”
Nah, demikianlah panduan pelaksanaan puasa di bulan Syaban, mulai dari jadwal, bacaan niat, hingga keutamaannya. Semoga bermanfaat, infoers!







