Membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari merupakan salah satu cara umat Katolik menjaga relasi yang dekat dengan Allah. Renungan harian membantu umat memahami makna bacaan liturgi secara lebih mendalam dan relevan dengan situasi hidup yang dihadapi.
Renungan Harian Katolik Rabu, 14 Januari 2026 mengangkat tema “Berdoa, Sembuh, Wartakan!” yang dikutip dari buku Renungan Tiga Titik oleh Titus Sj. Mengajak umat untuk meneladani Yesus dalam relasi yang intim dengan Bapa melalui doa, menghadirkan kesembuhan bagi sesama, dan mewartakan Kerajaan Allah melalui tindakan nyata.
Melalui bacaan dan refleksi hari ini, umat diajak menyadari bahwa pengalaman akan kasih Tuhan tidak berhenti pada diri sendiri, melainkan harus diwujudkan dalam kesaksian hidup yang membawa pemulihan dan sukacita bagi orang lain. Nah, artikel di bawah ini infoSulsel menghadirkan renungan hari ini yang meliputi:
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:
1Sam 3:1 Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatanpun tidak sering.
1Sam 3:2 Pada suatu hari Eli, yang matanya mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya.
1Sam 3:3 Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah.
1Sam 3:4 Lalu TUHAN memanggil: “Samuel! Samuel!”, dan ia menjawab: “Ya, bapa.”
1Sam 3:5 Lalu berlarilah ia kepada Eli, serta katanya: “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Tetapi Eli berkata: “Aku tidak memanggil; tidurlah kembali.” Lalu pergilah ia tidur.
1Sam 3:6 Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi. Samuelpun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata: “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Tetapi Eli berkata: “Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali.”
1Sam 3:7 Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya.
1Sam 3:8 Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Iapun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya: “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Lalu mengertilah Eli, bahwa Tuhanlah yang memanggil anak itu.
1Sam 3:9 Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: “Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.” Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya.
1Sam 3:10 Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: “Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.”
1Sam 3:19 Dan Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satupun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur.
1Sam 3:20 Maka tahulah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi TUHAN.
Mazmur 40:2 Ia mengangkatku dari lubang kebinasaan, dari lumpur yang dalam; Ia menempatkan kakiku di atas batu karang, Ia meneguhkan langkahku,
Mazmur 40:5 Engkau telah melakukan banyak hal, ya TUHAN, Allahku, perbuatan-perbuatan ajaib-Mu dan rencana-rencana-Mu bagi kami. Tidak ada yang dapat dibandingkan dengan Engkau! Aku ingin memberitakan dan mengatakannya, tetapi jumlahnya terlalu banyak untuk dihitung.
Mazmur 40:7 Lalu aku berkata: “Sesungguhnya aku telah datang; tertulis tentang aku dalam gulungan itu;
Mazmur 40:8 Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Tuhanku; Taurat-Mu ada di dadaku.”
Mazmur 40:8 Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Tuhanku; Taurat-Mu ada di dadaku.”
Mazmur 40:9 Aku memberitakan keadilan di hadapan jemaat yang besar; aku bahkan tidak menahan bibirku, Engkau pun tahu, ya TUHAN.
Mazmur 40:10 Aku tidak menyembunyikan keadilan di dalam hatiku, aku berbicara tentang kesetiaan-Mu dan perlindungan dari-Mu, aku tidak merahasiakan kasih dan kebenaran-Mu di hadapan jemaat yang besar.
Markus 1:29 Setelah meninggalkan sinagoge, Yesus, Yakobus, dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas.
Markus 1:30 Ibu mertua Simon terbaring sakit demam. Mereka segera memberitahu Yesus tentang keadaan tersebut.
Markus 1:31 Ia menghampirinya, memegang tangannya, dan mengangkatnya, lalu demamnya pun hilang. Dan ia pun melayani mereka.
Markus 1:32 Pada petang hari, setelah matahari terbenam, mereka membawa kepada Yesus semua orang yang sakit dan orang-orang yang kerasukan setan.
Markus 1:33 Maka seluruh penduduk kota berkumpul di depan pintu itu.
Markus 1:34 Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita berbagai penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak mengizinkan setan-setan itu berbicara, karena mereka mengenal Dia.
Markus 1:35 Pagi-pagi sekali, saat masih gelap, dia bangun dan pergi ke tempat yang sepi lalu berdoa di sana.
Markus 1:36 Namun Simon dan teman-temannya mengikuti Dia;
Markus 1:37 Ketika mereka menemukan-Nya, mereka berkata: “Semua orang mencari-Mu.”
Markus 1:38 Ia menjawab: “Mari kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota terdekat, agar aku dapat memberitakan Injil di sana juga, karena itulah tujuan kedatanganku.”
Markus 1:39 Kemudian Ia berkeliling di seluruh Galilea dan memberitakan Injil di sinagoge-sinagoge mereka serta mengusir setan-setan.
Ia mendekat dan sambil memegang tangannya Ia membangunkannya, dan demam itu meninggalkan dia dan perempuan itu melayani mereka. (Mrk. 1:31)
Hari Minggu, 19 Oktober 2025, aku melanjutkan ziarahku ke Forli, Italia tempat Santo Peregrinus Laziosi, pelindung penderita kanker dan sakit bernanah. Aku banyak belajar dari kisah hidup Santo Peregrinus Laziosi yang tidak jauh dari hal berdoa dan mewartakan kabar sukacita.
Peregrinus Laziosi lahir di kota Forli, Italia pada tahun 1260. Seusai pertobatan, ia bertekad menjalani kehidupan baru dengan banyak berdoa dan mati raga. Bunda Maria pernah menampakkan diri kepada Peregrinus, yang menjadi awal Tuhan melaksanakan rencana-Nya kepada Peregrinus. Suatu hari, Peregrinus diserang penyakit kanker ganas pada kakinya.
Dokter yang merawatnya menganjurkan agar kaki yang sakit dipotong, demi menyelamatkan nyawanya. Malam sebelum dioperasi, Peregrinus berdoa kepada Yesus tersalib hingga ia tertidur. Dalam tidur ia bermimpi melihat Yesus mengulurkan tangan-Nya dari atas kayu salib dan menyentuh kaki yang sakit itu. Ketika bangun tidur didapatinya kakinya sudah sembuh. Akhirnya dokter mengurungkan amputasi.
Hampir 62 tahun Peregrinus berkarya dan mewartakan Injil. Pelayanannya selalu diperkuat dengan doa dan mati raga yang mendalam. Beliau meninggal tahun 1345 dan diangkat Gereja sebagai pelindung para penderita sakit bernanah dan kanker.
Dalam Injil hari ini Yesus melakukan tiga hal yang ditiru oleh Santo Peregrinus. Yang pertama: Yesus pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia lalu lenyaplah demamnya (Mrk. 1:31). Yesus menyembuhkan, Santo Peregrinus disembuhkan dan menyembuhkan. Yang kedua: Yesus pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana (Mrk. 1:35b). Yesus berdoa, Santo Peregrinus juga berdoa dan mati raga. Yang ketiga: supaya di sana juga Yesus memberitakan Injil, karena untuk itu Yesus telah datang (Mrk. 1:38b). Yesus mewartakan, Santo Peregrinus Laziosi juga berkarya dan mewartakan Injil.
Dari inspirasi bacaan Injil hari ini, tindakan penyembuhan, berdoa dan mati raga, serta mewartakan Injil; membangunkan aku dari tidur lelapku. Bagaimana dengan anda?
Bapa surgawi, berkatilah kami untuk tidak tertidur lelap, selalu melayani penyembuhan, berdoa dan mati raga, serta mewartakan kabar gembira sukacita. Terima kasih Bapa. Amin.
Demikianlah renungan harian Katolik Rabu, 14 Januari 2026. Semoga bermanfaat!







