Renungan Harian Katolik 17 Januari 2026 dan Bacaan: Pilihan Tuhan

Posted on

Membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari merupakan salah satu cara umat Katolik menjaga relasi yang dekat dengan Allah. Renungan harian membantu umat memahami makna bacaan liturgi secara lebih mendalam dan relevan dengan situasi hidup yang dihadapi.

Bacaan hari ini menekankan bagaimana Tuhan memilih dan memanggil setiap orang sesuai rencana-Nya yang sempurna. Melalui renungan ini, kita diajak untuk merenungkan panggilan pribadi, memperkuat iman, dan belajar berserah pada kehendak Tuhan.

Renungan hari ini mengangkat tema “Pilihan Tuhan” yang dikutip dari buku Renungan Tiga Titik oleh FD Henny Dwi Widyasari Nah, artikel di bawah ini infoSulsel menghadirkan renungan hari ini yang meliputi:

Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

1 Samuel 9:1 Ada seorang dari daerah Benyamin, namanya Kish bin Abiel, bin Zeror, bin Bekhorat, bin Afiah, seorang suku Benyamin, seorang yang berada.

1 Samuel 9:2 Orang ini ada anaknya laki-laki, namanya Saul, seorang muda yang elok rupanya; tidak ada seorangpun dari antara orang Israel yang lebih elok dari padanya: dari bahu ke atas ia lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya.

1 Samuel 9:3 Sekarang Kish, ayah Saul, telah kehilangan keledainya. Maka Kish berkata kepada anaknya, Saul, “Bawalah salah seorang pelayan bersamamu dan pergilah mencari keledai-keledai itu.”

1 Samuel 9:4 Kemudian mereka melewati daerah pegunungan Efraim; mereka juga melewati tanah Shalisha, tetapi mereka tidak menemukannya. Kemudian mereka melewati tanah Shaalim, tetapi keledai-keledai itu tidak ada di sana; kemudian mereka melewati tanah Benyamin, tetapi mereka tidak menemukannya.

1 Samuel 9:17 Ketika Samuel melihat Saul, TUHAN berkata kepadanya, “Inilah orang yang telah Kusebutkan kepadamu; dialah yang akan memerintah umat-Ku.”

1 Samuel 9:18 Sementara itu, Saul menghampiri Samuel di tengah gerbang dan berkata: “Permisi, di manakah rumah nabi itu?”

1 Samuel 9:19 Samuel menjawab Saul, “Akulah sang pelihat. Pergilah mendahuluiku ke daerah pegunungan. Hari ini engkau akan makan bersamaku, dan besok aku akan membiarkanmu pergi, dan aku akan memberitahukan kepadamu segala yang ada di dalam hatimu.

1 Samuel 10:1 Kemudian Samuel mengambil botol minyak dan menuangkannya ke atas kepala Saul, lalu menciumnya dan berkata, “Bukankah karena TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya, Israel? Engkau akan menjadi pemimpin umat TUHAN dan akan menyelamatkan mereka dari tangan musuh-musuh mereka di sekeliling mereka. Inilah tandanya bagimu bahwa TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya sendiri.”

Mazmur 21:2 Engkau telah mengabulkan keinginan hatinya, dan permohonan bibirnya tidak ditolak. Sela

Mazmur 21:3 Karena kamu telah menyambutnya dengan limpahan berkat; kamu telah menaruh mahkota emas murni di atas kepalanya.

Mazmur 21:4 Ia meminta hidup kepada-Mu, lalu Engkau memberikannya kepadanya, dan panjang umur untuk selama-lamanya.

Mazmur 21:5 Besar kemuliaannya karena kemenangan-Mu; Engkau telah memberikan keagungan dan kemuliaan kepada-Nya.

Mazmur 21:6 Ya, Engkau menjadikan dia berkat untuk selama-lamanya; Engkau memenuhi dia dengan sukacita di hadirat-Mu.

Mazmur 21:7 Sebab raja percaya kepada TUHAN, dan karena kasih setia Allah Yang Mahatinggi ia tidak terguncang.

Markus 2:13 Setelah itu, Yesus pergi lagi ke tepi laut, dan semua orang datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.

Markus 2:14 Dan ketika Ia lewat, Ia melihat Lewi, putra Alfeus, sedang duduk di kantor pajak, lalu Ia berkata kepadanya, “Ikutlah Aku.” Maka Lewi pun bangun dan mengikutinya.

Markus 2:15 Kemudian terjadilah, ketika Yesus sedang makan di rumah orang itu, banyak pemungut pajak dan orang berdosa makan bersama Dia dan murid-murid-Nya, karena banyak orang yang mengikuti Dia.

Markus 2:16 Ketika para ahli Taurat dari kelompok Farisi melihat bahwa Ia makan bersama para pemungut pajak dan orang-orang berdosa, mereka berkata kepada murid-murid-Nya: “Mengapa Ia makan bersama para pemungut pajak dan orang-orang berdosa?”

Markus 2:17 Yesus mendengar itu dan berkata kepada mereka, “Bukan orang sehat yang membutuhkan tabib, melainkan orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang-orang yang benar, melainkan orang-orang berdosa.”

“Ketika Ia lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di tempat pemungutan cukai lalu Ia berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Lewi pun bangkit lalu mengikut Dia.” (Mrk 2:14)

Alkisah seorang putri bernama Purbasari yang diasingkan ke hutan oleh kakaknya, Purbararang. Di hutan ia dihibur oleh kera yang kemudian berubah menjadi pangeran tampan. Akhirnya kesalahan Purbararang terungkap dan Purbasari menjadi pemimpin kerajaan bersama suaminya, si Pangeran Kera, Lutung Kasarung.

Kenapa seorang putri menikah dengan seekor kera? Seperti Putri Purbasari, aneh benar Tuhan, kenapa Ia memanggil Lewi yang adalah pemungut cukai dan dibenci banyak orang Yahudi; di depan banyak orang yang sedang mengikuti Dia.

Anehnya, Lewi meresponi panggilan-Nya itu, dengan segera mengikuti Dia. Pastilah Lewi merasakan yang memanggilnya adalah orang yang memiliki otoritas tinggi.

Amat mungkin, Lewi yang kemudian kita kenal dengan Matius, penulis Injil. Saat itu sedang risau hati, dengan tekanan ‘penghakiman’ banyak orang karena pekerjaannya itu.

Berbeban! Sebuah keadaan sejalan dengan bacaan pertama yang menceritakan Saul dipilih oleh Samuel, kemudian diurapi menjadi raja. Saul sedang risau hati dan kelelahan, berbeban karena mencari keledai-keledai ayahnya yang hilang. Lewi dan Saul ama-sama merasa ‘tidak pantas’ di hadapan yang memanggilnya, karena menyadari “siapalah aku ini?” Latar belakang, kelelahan, tekanan dan beban tidak menutup panggilan seseorang.

Panggilan Tuhan adalah penghargaan, pantas untuk dirayakan. Sering kali panggilan itu membuat ketidaksukaan karena ‘siapa kita’, seperti orang Farisi yang ‘nyinyir’ ketika Yesus makan bersama para pemungkut cukai. Masyarakat dan kaum Farisi melihat Lewi sebagai ‘sampah masyarakat’ karena pekerjaannya.

Dalam dongeng Lutung Kasarung pun demikian, masyarakat melihat Lutung sebagai buruk rupa, hewan yang rendah. Purbasari menerima Lutung tanpa menghakimi penampilannya, seperti Yesus yang merangkul Lewi tanpa menghakimi masa lalunya. Demikian pula pilihan Samuel kepada Saul, menunjukkan bahwa nilai sejati seseorang tidak ditentukan label sosial atau penampilan luar. Bahkan, Samuel memberikan otoritas kepada Saul ketika ia memanggilnya (lih. 1Sam 9:17).

Bacaan hari ini meningatkan bahwa “Bila Tuhan berkehendak, maka, ya biarlah semuanya jadi”. Kamu adalah pilihan Tuhan dipanggil untuk mengikuti Dia. Bersukacitalah!

Tuhan, terima kasih Engkau meningatkan kembali agar kami selalu bersyukur atas semua panggilan dari-Mu, karena artinya kami adalah orang pilihan itu. Kami juga mau menyerahkan segala otoritas kembali kepada-Mu. Bila Engkau yang berkehendak, kami percaya Engkau, Tuhan yang akan memberikan otoritas kepada kami untuk menjalani panggilan-Mu itu, maka kami akan selalu bersukacita atasnya. Amin.

Demikianlah renungan harian Katolik Sabtu, 17 Januari 2026. Damai Tuhan beserta kita!

Renungan Harian Katolik Hari Ini 17 Januari 2026

Bacaan I: 1 Sam. 9:1-4, 17-19, 10:1a

Mazmur Tanggapan: Mzm. 21:2-3,4-5,6-7

Bacaan Injil: Mrk 2:13-17

Renungan Hari Ini: Pilihan Tuhan

Doa Penutup