Renungan harian menjadi bagian penting dalam kehidupan iman umat Katolik. Melalui renungan, umat diajak merenungkan Sabda Tuhan yang dibacakan dalam liturgi harian, sekaligus menghubungkannya dengan pengalaman hidup sehari-hari.
Kebiasaan membaca renungan membantu umat Katolik memperdalam iman, menumbuhkan kepekaan rohani, serta menemukan arah dan kekuatan dalam menjalani berbagai situasi kehidupan. Melalui Sabda Tuhan hari ini, kita diajak untuk meneladani sikap iman yang total serta belajar menyerahkan hidup sepenuhnya ke dalam penyelenggaraan Tuhan.
Renungan hari ini Kamis, 22 Januari 2026 mengangkat tema “Beranikah Kita Percaya 100% pada Tuhan?” yang dikutip dari buku Renungan Tiga Titik ditulis oleh Ruth Solaiman. Nah, secara lengkap artikel di bawah ini menyajikan:
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:
Tetapi ketika mereka kembali, setelah Daud kembali dari mengalahkan orang Filistin, para wanita keluar dari semua kota di Israel untuk menyambut Raja Saul, bernyanyi dan menari, dengan rebana, dengan sukacita, dan dengan simbal;
dan para perempuan yang menari bernyanyi bergantian, berkata, “Saul telah membunuh ribuan orang, tetapi Daud telah membunuh sepuluh ribu orang.”
Kemudian Saul sangat marah, dan perkataan itu tidak menyenangkan hatinya, karena ia berpikir, “Mereka telah menyebutkan puluhan ribu orang sebagai pewaris Daud, tetapi kepadaku mereka hanya menyebutkan ribuan; jadi kerajaan itu menjadi miliknya.”
Sejak hari itu, Saul selalu iri kepada Daud.
Saul memberi tahu putranya, Yonatan, dan semua pelayannya bahwa Daud harus dibunuh. Tetapi Yonatan, putra Saul, sangat menyayangi Daud.
Maka Yonatan berkata kepada Daud, “Ayahku Saul berusaha membunuhmu; oleh karena itu berhati-hatilah besok pagi, tinggallah di tempat perlindungan dan sembunyikan dirimu di sana.
Aku akan pergi dan berdiri di samping ayahku di ladang tempatmu berada. Kemudian aku akan berbicara dengan ayahku tentangmu; aku akan melihat bagaimana perkembangannya dan memberitahumu.”
Dan Yonatan berbicara baik tentang Daud kepada Saul ayahnya, katanya, “Janganlah raja berbuat dosa terhadap hambanya Daud, karena ia tidak berbuat dosa terhadapmu; dan apa yang telah dilakukannya terhadapmu adalah sangat baik.”
Ia mempertaruhkan nyawanya dan mengalahkan orang Filistin, dan Tuhan mendatangkan kemenangan besar bagi seluruh Israel. Kalian melihatnya dan bersukacita karenanya. Mengapa kalian berbuat dosa terhadap darah orang yang tidak bersalah dengan membunuh Daud tanpa sebab?”
Saul mendengarkan perkataan Yonatan dan bersumpah, “Demi TUHAN yang hidup, ia tidak akan dihukum mati.”
Kemudian Yonatan memanggil Daud, dan Yonatan menyampaikan semua perkataan itu kepadanya. Yonatan membawa Daud kepada Saul, dan Daud melayaninya seperti sebelumnya.
Musuh-musuhku menginjak-injakku sepanjang hari, bahkan banyak orang yang melawan aku dengan sombong.
Ketika aku takut, aku percaya kepada-Mu;
Maka musuhku akan mundur ketika aku berseru; aku yakin bahwa Allah berkenan kepadaku.
Kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada TUHAN, yang firman-Nya kupuji,
Kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada TUHAN, yang firman-Nya kupuji,
Aku percaya kepada Tuhan, aku tidak takut. Apa yang dapat dilakukan manusia kepadaku?
Aku akan menepati nazarku kepada-Mu, ya Allah, dan aku akan mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu.
Karena Engkau telah menyelamatkan aku dari maut dan menjaga kakiku dari tersandung, supaya aku dapat berjalan di hadapan Allah dalam terang hidup.
Kemudian Yesus dan murid-murid-Nya pergi ke tepi danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti Dia. Juga dari Yudea,
Sekumpulan besar orang dari Yerusalem, Idumea, seberang Yordan, dan wilayah Tirus dan Sidon, ketika mereka mendengar semua yang Dia lakukan, datang kepada-Nya.
Ia menyuruh murid-muridnya untuk menyiapkan perahu baginya karena banyaknya orang, agar ia tidak terhimpit.
Karena Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua orang sakit berdesakan menghampiri-Nya untuk menyentuh-Nya.
Setiap kali roh-roh jahat melihat Dia, mereka sujud di hadapan-Nya dan berseru, “Engkau adalah Anak Allah.”
Namun Ia melarang keras mereka untuk memberitahu siapa pun identitas-Nya.
kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? (Mzm. 56:12)
Sungguh ironis dan terkadang tidak masuk akal, seorang raja yang diurapi oleh Allah dan merupakan raja Israel pertama, iri hati kepada anak buahnya. Ya, Saul iri hati terhadap Daud yang merupakan anak buahnya, yang dielu-elukan melebihi dirinya.
Dampak iri hati ini membuat Saul ingin membunuh Daud. Daud begitu takut. Hal yang luar biasa, Daud tidak mencari perlindungan dari manusia, tapi menyerahkan dirinya kepada Tuhan.
Pada Mazmur 56:3 dituliskan “Seteru-seteruku mengejar aku sepanjang hari.” Ayat ini tetap kontekstual sampai saat ini.
Siapakah seteru-seteru yang kita hadapi tiap hari? Seteru kita adalah setan yang ingin kita jatuh dalam dosa. Setan menggoda begitu besar, setiap harinya.
Bagaimana cara setan menggoda? Situasi ekonomi dan politik yang tidak menentu. Ketakutan akan masa depan, keinginan hidup nikmat sehingga mengorbankan orang lain, bahkan tidak jarang menggadaikan iman kita.
Beranikah kita seperti Daud, yang tertulis pada Mazmur 56:12 “Kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadapku?”
Sharing pengalaman teman berikut ini, mungkin bisa menjadi bahan renungan kita. Menjelang pensiun, bersyukur beliau dapat pekerjaan lagi di sebuah perusahaan kelas menengah, setelah perusahaan sebelumnya diakusisi. Posisi yang diberikan cukup baik, sebagai kepala akunting (keuangan).
Pada awalnya, pemilik perusahaan terlihat sangat baik Perlahan tapi pasti, pemilik perusahaan, secara taktis mengharuskan karyawannya mengikuti agamanya. Sangat jelas konsekuensi yang dihadapi, bila tidak mau mengikuti keingingan pemilik perusahaan ini.
Tibalah juga giliran sahabat saya yang diminta mengubah keyakinannya. Tepat seperti ayat kunci ini, teman saya menolak karena beliau lebih takut pada Tuhan.
Karena ketegaran dan tentunya performa kerja yang terampil dan jujur, pemilik tidak berani memaksa. Saat ini beliau, satu-satunya karyawan yang tidak mengubah keyakinannya. Tepat seperti Daud, sahabatku hanya berharap pada Tuhan dan percaya 100% pada Tuhan.
Beranikah kita mengatakan, percaya 100% pada Tuhan pada situasi tidak menentu saat ini? Mari kita refleksikan dan renungkan!
Tuhan Yesus Yang Maha Rahim, mampukan kami menjalani hari-hari ke depan di tahun 2026 ini dengan percaya penuh pada-Mu. Situasi dunia sungguh tidak menentu, kemajuan teknologi, situasi ekonomi dan politik, membuat kami beku untuk melangkah. Seturut ayat emas hari ini, kami mau belajar dari Daud, mengandalkan Engkau sepenuh hati. Berilah kami rahmat untuk itu. Amin.
Demikianlah renungan harian Katolik Kamis, 22 Januari 2026. Tuhan memberkati!
