Membaca renungan harian dalam tradisi gereja Katolik dianjurkan sebagai sarana untuk menumbuhkan iman dan memperdalam relasi pribadi dengan Tuhan. Melalui renungan, umat diajak merenungkan Sabda Allah yang dibacakan setiap hari, sehingga firman Tuhan tidak hanya didengar, tetapi juga dihidupi dalam sikap, keputusan, dan tindakan sehari-hari.
Kebiasaan membaca renungan membantu umat Katolik memperdalam iman, menumbuhkan kepekaan rohani, serta menemukan arah dan kekuatan dalam menjalani berbagai situasi kehidupan. Renungan Harian Katolik Jumat, 23 Januari 2026, mengajak umat untuk kembali menyadari bahwa hidup manusia berada dalam penyelenggaraan Tuhan.
Renungan hari ini mengangkat tema “Tuhan Menetapkan” yang dikutip dari buku Renungan Tiga Titik ditulis oleh Julius Saviordi. Nah, secara lengkap artikel di bawah ini menyajikan:
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:
Ia datang ke kandang domba di tepi jalan. Di sana ada sebuah gua, dan Saul masuk ke dalam gua untuk buang air kecil, tetapi Daud dan anak buahnya sedang duduk di belakang gua.
Lalu orang-orangnya berkata kepada Daud, “Hari itu telah tiba, seperti yang telah TUHAN firmankan kepadamu: ‘Sesungguhnya Aku akan menyerahkan musuhmu ke tanganmu, dan engkau akan berbuat kepadanya apa yang menurutmu baik.'” Maka Daud bangkit dan diam-diam memotong salah satu sudut jubah Saul.
Maka hati Daud gemetar, karena ia telah memotong akar Saul;
Lalu ia berkata kepada anak buahnya, “Jauhkanlah kiranya Tuhan melarang aku melakukan hal seperti itu kepada tuanku, orang yang diurapi Tuhan, yaitu menyentuhnya, sebab ia adalah orang yang diurapi Tuhan.”
Dan Daud menahan anak buahnya dengan kata-kata ini; ia tidak mengizinkan mereka untuk memberontak melawan Saul. Sementara itu, Saul telah bangkit dari gua untuk melanjutkan perjalanannya.
Kemudian Daud bangkit dan keluar dari gua, lalu memanggil Saul, katanya: “Tuanku raja!” Dan Saul menoleh ke belakang, lalu Daud sujud dengan wajahnya menyentuh tanah dan menyembah.
Kemudian Daud berkata kepada Saul, “Mengapa engkau mendengarkan perkataan orang-orang yang berkata, ‘Daud pasti berusaha mencelakakanmu?'”
Ketahuilah, pada hari ini matamu sendiri melihat, bahwa TUHAN telah menyerahkan engkau ke tanganku di dalam gua itu; ada orang-orang yang menyuruhku membunuhmu, tetapi aku mengasihimu karena aku berpikir: Aku tidak akan menyentuh tuanku, karena dialah yang diurapi oleh TUHAN.
Lihatlah, ayahku, dan lihatlah ujung jubahmu di tanganku! Sebab dengan memotong ujung jubahmu dan tidak membunuhmu, engkau dapat mengetahui dan melihat bahwa tanganku bersih dari kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berdosa terhadapmu, meskipun engkau mengejarku untuk mengambil nyawaku.
TUHAN akan menghakimi antara aku dan kamu, TUHAN akan membalaskan dendamku atas kamu, tetapi tanganku tidak akan memukul kamu;
Seperti kata pepatah zaman dahulu: Dari orang jahat akan datang kejahatan, tetapi tangan-Ku tidak akan menghukummu.
Melawan siapakah raja Israel berperang? Siapakah yang kamu kejar? Seekor anjing mati! Seekor kutu!
Karena itu, semoga TUHAN menjadi hakim antara engkau dan aku; semoga Ia melihat perkaraku, membela perkaraku, dan memberikan keadilan kepadaku dengan melepaskan aku dari tanganmu.”
Setelah Daud selesai mengucapkan kata-kata ini kepada Saul, Saul berkata, “Apakah ini suaramu, anakku Daud?” Lalu Saul menangis dengan keras.
Ia berkata kepada Daud, “Engkau lebih benar daripada aku, karena engkau berbuat baik kepadaku, sedangkan aku berbuat jahat kepadamu.
Hari ini kamu telah menunjukkan betapa baiknya perbuatanmu kepadaku: sekalipun TUHAN menyerahkan aku ke tanganmu, kamu tidak membunuhku.
Apabila seseorang menemukan musuhnya, akankah ia membiarkannya pergi dengan selamat? Kiranya TUHAN membalas kebaikanmu atas apa yang telah kamu lakukan kepadaku hari ini.
Oleh karena itu, aku benar-benar tahu bahwa engkau pasti akan menjadi raja dan kedudukan raja Israel akan tetap berada di tanganmu.
Karena itu bersumpahlah kepadaku demi TUHAN bahwa engkau tidak akan memusnahkan keturunanku dan menghapus namaku dari keluargaku.”
Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang menyelesaikannya bagiku.
Kiranya Ia mengirim utusan dari sorga dan menyelamatkan aku, mencela orang-orang yang menginjak-injak aku. Sela Kiranya Allah mengirim kasih setia dan kebenaran-Nya.
terbaring di tengah-tengah singa yang suka menerkam anak-anak manusia, yang giginya laksana tombak dan panah, dan lidahnya laksana pedang tajam.
Mereka memasang jaring terhadap langkah-langkahku, ditundukkannya jiwaku, mereka menggali lobang di depanku, tetapi mereka sendiri jatuh ke dalamnya. Sela
Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi!
Kemudian Yesus naik ke gunung dan memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya, dan mereka datang kepada-Nya.
Ia memilih dua belas orang untuk menyertai Dia dan diutus untuk memberitakan Injil.
dan Dia memberinya kuasa untuk mengusir setan.
Kedua belas orang yang diangkatnya adalah: Simon, yang diberi nama Petrus olehnya,
Yakobus putra Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, keduanya diberi nama Boanerges, yang berarti anak-anak guntur,
Kemudian Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus putra Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot,
dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati-Nya.
“Ia menetapkan dua belas orang, yang juga disebutnya rasul, untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil” (Mrk. 3:14)
Saya pernah mengalami sulitnya merekrut staf di departemen saya, yaitu IT. Padahal kantor kami hanya berjarak 1 km dari kampus IT ternama di Jakarta.
Pernah kami membutuh waktu 9 bulan untuk mendapatkan 1 karyawan. Memang kami mencari calon karyawan dengan kriteria di atas rata-rata, sehingga lebih sulit untuk mendapatkan orang yang tepat.
Hal itu karena perusahaan kami bergerak di bidang MLM yang membutuhkan penguasaan logika pemrograman yang tinggi. Dalam tahap pertama proses perekrutan, calon karyawan diberi soal-soal tertulis.
Jika lolos, maka akan dilanjutkan dengan soal praktek pemrograman. Jika dianggap mampu, baru kemudian masuk tahap wawancara. Jika dianggap cocok, maka calon tersebut ‘ditetapkan’ untuk diangkat sebagai karyawan.
Dalam bacaan Injil hari ini diceritakan bahwa Tuhan Yesus memanggil dan ‘menetapkan’ dua belas orang untuk menyertai Dia dan diutus-Nya untuk memberitakan Injil. Tidak diceritakan adanya kriteria dan tes khusus bagi mereka.
Sebagian besar mereka adalah orang kecil di mata dunia. Hanya nelayan. Ada juga yang datang dari kalangan pendosa, yaitu pemungut cukai. Hal itu menunjukkan bahwa Yesus tidak memandang latar belakang status sosial mereka sebelumnya.
Namun, Yesus sudah tahu kualitas orang-orang ini. Yesus, sebagai Anak Allah, sudah mengenal orang-orang ini sebelum bertemu dengan mereka. Mereka adalah orang-orang yang siap dibentuk.
Mereka akan mendapatkan tugas besar untuk melanjutkan pemberitaan Injil ketika Ia sudah tidak di dunia ini. Mereka akan memberitakan Injil ke Eropa, Asia dan Afrika, sebelum diteruskan ke seluruh dunia oleh pengikut-pengikut-Nya.
Sebagian besar mereka akhirnya wafat sebagai martir. Sejak awal, Yesus sudah ‘menetapkan’ orang-orang yang tepat. Kita pun adalah orang-orang yang telah ‘ditetapkan’ dari semula untuk diangkat menjadi anak-Nya oleh Yesus Kristus (lih. Ef. 1:5).
Tuhan sudah mengenal kita sejak sebelum kita dilahirkan. Tuhan mencintai kita dan menyelamatkan kita dari kegelapan dunia. Mari kita bersyukur atas anugerah ini dan merespon kasih-Nya dengan menjalankan firman-Nya!
Bapa kami yang ada di surga, terima kasih karena Engkau telah menetapkan kami dari semula untuk diangkat menjadi anak-Mu. Bimbinglah kami supaya hidup kami bisa menyenangkan-Mu selalu. Amin.
Demikianlah renungan harian Katolik Jumat, 23 Januari 2026. Tuhan menyertai keseharian kita!







