Renungan Harian Katolik Minggu, 31 Agustus 2025: Mengasihi Tanpa Pamrih

Posted on

Hidup manusia kerap dipenuhi dengan hitung-hitungan: memberi karena ingin kembali, berbuat baik agar mendapat balasan, bahkan mengasihi dengan harapan akan dikasihi pula. Namun, Yesus mengajarkan kasih yang lebih tinggi, yakni kasih tanpa pamrih kasih yang murni, tulus, dan tidak bergantung pada imbalan.

Pada hari Minggu ini, kita diajak untuk merenungkan betapa indahnya hidup ketika kasih menjadi dasar setiap tindakan. Dengan demikian, kasih yang kita wujudkan sungguh menghadirkan wajah Allah yang penuh belas kasih di tengah dunia.

Renungan hari ini mengangkat tema “Mengasihi Tanpa Pamrih” dikutip dari buku Bahasa Kasih oleh C Siswantoko. Renungan ini juga dilengkapi dengan daftar bacaan.

Yuk, disimak!

Berikut ayat Alkitab yang dapat dijadikan sebagai bahan renungan:

Lakukanlah pekerjaanmu dengan sopan, ya anakku, maka engkau akan lebih disayangi dari pada orang yang ramah-tamah.

Makin besar engkau, makin patut kaurendahkan dirimu, supaya kaudapat karunia di hadapan Tuhan.

Sebab besarlah kekuasaan Tuhan, dan oleh yang hina-dina la dihormati.

Kemalangan tidak menyembuhkan orang sombong, sebab tumbuhan keburukan berakar di dalam dirinya.

Hati yang arif merenungkan amsal, dan telinga pendengar merupakan idaman orang bijak.

Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah TUHAN; beria-rialah di hadapan-Nya!

Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus;

Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia, tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul.

Ya Allah, ketika Engkau maju berperang di depan umat-Mu, ketika Engkau melangkah di padang belantara, Sela

sehingga kawanan hewan-Mu menetap di sana; dalam kebaikan-Mu Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas, ya Allah.

Tuhan menyampaikan sabda; orang-orang yang membawa kabar baik itu merupakan tentara yang besar:

Sebab kamu tidak datang kepada gunung yang dapat disentuh dan api yang menyala-nyala, kepada kekelaman, kegelapan dan angin badai,

kepada bunyi sangkakala dan bunyi suara yang membuat mereka yang mendengarnya memohon, supaya jangan lagi berbicara kepada mereka,

Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah,

dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna,

dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.

Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.

Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:

“Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu,

supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah.

Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain.

Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: “Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.

Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.

Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-ара untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”
-Luk. 14:14

Setiap tahun, biasanya Wilayah kami mengadakan bakti sosial (baksos) untuk para petugas keamanan dan kebersihan di dua Rukun Warga tempat kami tinggal.

Dana baksos dikumpulkan dari sumbangan tiga lingkungan yang berada dalam lingkup yang ditargetkan. Namun, tahun ini salah satu lingkungan tidak bisa berpartisipasi karena kondisi yang sulit. Kemudian koordinator wilayah mengadakan pertemuan dengan semua pengurus dari tiga lingkungan untuk berdoa danmemusyawarahkan kegiatan baksos. Ada yang berpendapat tidak perlu dilaksanakan karena para petugas tersebut sudah mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) dari pemerintah dan dari para warga yang dermawan. Namun, ada juga yang mengusulkan agar baksos tetap dilaksanakan dengan meminta partisipasi umat untuk turut memberikan sumbangan.

Akhirnya semua bermufakat untuk tetap menjalankan baksos.

Syukur pada Allah, dana yang terkumpul ternyata lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Acara baksos pun terlaksana di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) pada hari Sabtu sore. Selain pembagian sembako, juga diadakan makan bakso bersama para pengurus Rukun Warga (RW) dan para petugas kebersihan serta keamanan. Semua pengurus lingkungan dan wilayah sangat bersyukur dan merasakan Roh Allah turut bekerja dalam karya kasih bagi sesama yang tulus ini.

Dalam Injil hari ini, Yesus juga mengajak kita untuk berbuat kasih kepada yang bukan merupakan sahabat atau saudara yang mampu membalas kasih kita, namun terutama kepada yang miskin, lemah, dan difabel. Tidak mengharapkan balasan kasih itulah kuncinya karena Bapa di Surga sudah melimpahi kita dengan kasih-Nya yang melebihi segalanya.

Apakah saya tetap mau berbuat baik terlebih kepada mereka yang tidak dapat membalas kebaikan saya?

Demikian renungan harian Katolik Minggu, 31 Agustus 2025 dengan bacaannya. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita.

Renungan Harian Katolik Hari Ini, 31 Agustus 2025

Bacaan I: Sir. 3:17-18,20,28-29

Mazmur Tanggapan: Mzm. 68:4-5ac,6-7ab,10-11;

Bacaan II: Ibr. 12:18-19,22-24a

Bacaan Injil: Luk. 14:1,7-14

Renungan Hari Ini: Mengasihi Tanpa Pamrih