Renungan Harian Katolik Minggu Biasa III 25 Januari 2026 Lengkap Bacaannya [Giok4D Resmi]

Posted on

Renungan harian dalam tradisi Gereja Katolik menjadi sarana penting bagi umat untuk mendalami makna Sabda Tuhan yang dibacakan dalam liturgi. Dengan merenungkan bacaan Kitab Suci, umat diajak untuk menautkan firman Tuhan dengan pengalaman hidup sehari-hari, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun relasi dengan sesama.

Renungan Harian Katolik pada Hari Minggu Biasa III, 25 Januari 2026, mengajak umat untuk kembali menyadari kekuatan Sabda Allah yang hidup dan bekerja dalam keseharian. Melalui bacaan-bacaan hari ini, Gereja menegaskan bahwa firman Tuhan bukan sekadar untuk didengar, tetapi untuk dihidupi dan diwujudkan dalam tindakan nyata.

Renungan hari ini mengangkat tema “Yesus Kepala Gereja” yang dikutip dari buku Renungan Tiga Titik ditulis oleh M. Maria Novita, Nah, secara lengkap artikel di bawah ini menyajikan:

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Di wilayah bangsa-bangsa lain orang telah melihat terang yang besar.

Kalau dahulu Tuhan merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Tuhan akan memuliakan jalan ke laut itu, yakni daerah seberang Sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain.

Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; terang telah bersinar atas mereka yang diam di negeri kekelaman. Engkau, ya Tuhan, telah banyak menimbulkan sorak-sorai dan sukacita yang besar.

Mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti orang bersukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorai di waktu membagi-bagi jarahan.

Sebab kuk yang menekan bangsa itu dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.

Saudara-saudara, aku menasihati kamu demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata, dan jangan ada perpecahan di antara kamu. Sebaliknya, hendaklah kamu erat bersatu dan sehati sepikir.

Sebab, Saudara-saudaraku, aku telah diberitahu oleh orang-orang dari keluarga Kloe bahwa ada perselisihan di antara kamu. Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau: Aku dari golongan Apolos.

Atau: Aku dari golongan Kefas. Atau: Aku dari golongan Kristus. Apakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan demi kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?

Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, melainkan untuk memberitakan Injil. Dan itu pun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.

Ketika mendengar bahwa Yohanes Pembaptis telah ditangkap, Yesus menyingkir ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali.

Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya: Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang Sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain; bangsa yang diam dalam kegelapan telah melihat Terang yang besar, dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut telah terbit Terang.

Sejak waktu itu Yesus memberitakan, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.” Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas saudaranya.

Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia. Mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus.

Setelah pergi dari sana, Yesus melihat pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya; bersama ayah mereka, Zebedeus, mereka sedang membereskan jala di dalam perahu.

Yesus memanggil mereka, dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Yesus. Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.

Apakah Kristus terbagi-bagi? Apakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau apakah kamu dibaptis dalam nama Paulus? (1Kor. 1:13)

Memilih tetap setia dalam pelayanan, adalah salah satu perbuatan konkretku dalam mengucap syukur dan mempraktikkan iman. Meluangkan waktu mengerjakan tugas, berkomitmen hadir di jam-jam pelayanan, pertemuan, sudah menjadi rutinitas mudah dibandingkan menghadapi teman sepelayanan yang beraneka ragam karakternya.

Teman-teman yang ramah, sopan, humoris, murah hati, tentunya lebih mudah dihadapi dibandingkan yang egois, emosional, indisipliner, termasuk suka mencela.

Paulus dalam bacaan kedua hari ini menghantarkanku untuk lebih memahami dan menerima setiap pribadi teman-teman yang harus kutemui, sekaligus membantuku memahami diriku sendiri. Ia menasihat demi nama Yesus Kristus, agar kita semua seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kita.

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.

Tetapi sebaliknya erat bersatu dan sehati sepikiran. Tidak ada penggolongan, pembedaan status, pembandingan, serta penghakiman.

Apakah Kristus terbagi-bagi? (1Kor. 1:13a).

Paulus menekankan kesatuan dalam Kristus, walaupun ada perbedaan suku dan status. Setiap anggota memiliki karunia dan peran yang penting, tetapi menjaga agar jangan ada perselisihan, demi keutuhan tubuh Kristus jauh lebih penting.

Ada tertulis: “Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya” (1Kor. 12:27). Berarti, Kristus adalah kepala dan kita semua adalah anggota tubuh-Nya.

Kristuslah pemimpin utama, Sang Pemberi Hidup, sedangkan kita yang percaya dan mengikuti Dia, akan meneladani kehidupan-Nya.

Dalam sebuah rekoleksi yang bertemakan “Bertumbuh dalam iman, bersatu dalam pelayanan, dan bersaudara dalam cinta kasih”, akhirnya kutemukan peneguhan iman setelah beberapa kejadian tidak mengenakkan dalam pelayanan.

Dengan berlandaskan cinta kasih yang diajarkan-Nya, sesungguhnya kita semua adalah saudara. Sebagai saudara, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.

Namun sepatutnya kita saling mengasihi, menerima, memperhatikan, dan saling melayani demi kemuliaan Allah. Dengan demikian akan mengurangi kesalahpahaman, membantu memahami orang lain.

Kita bisa semakin memahami diri sendiri, meningkatkan kepedulian dan empati, serta mencegah konflik berkepanjangan. Sudahkah kita meneladani Santo Paulus dengan memberitakan Injil lewat hikmat perbuatan, bukan hikmat perkataan semata?

Yesus yang baik, besar kasih-Mu yang telah memampukan aku membalas cinta-Mu dengan tetap setia melayani saudara-saudara seiman. Dengan berempati, aku pun menyadari hendaknya diriku juga lebih dulu selesai dengan diri sendiri dan keluarga, sebelum melayani lebih luas lagi. Terima kasih Tuhan Yesus, doakanlah kami St. Paulus. Amin.

Demikianlah renungan harian Katolik Minggu, 25 Januari 2026. Tuhan menyertai keseharian kita!

Renungan Harian Katolik Hari Ini 25 Januari 2026

Bacaan I: Yesaya 8:23b-9:3

Mazmur Tanggapan: Mzm. 27:1,4,13-14

Bacaan II: 1 Korintus 1:10-13,17

Bait Pengantar Injil: Matius 4:23;2/4

Bacaan Injil: Matius 4:12-23

Renungan Hari Ini: Yesus Kepala Gereja

Doa Penutup