Keluarga mengungkap sosok mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) berinisial EMM yang ditemukan tewas tergantung usai diduga dilecehkan oknum dosen inisial DM. EMM dikenal sebagai pribadi yang pendiam namun penuh motivasi.
“Dia sering di rumah, kadang kami bercanda. Atas kejadian ini saya merasa sangat terpukul. Kami keluarga tak terima anak pendiam mana mungkin berbuat hal seperti ini,” ujar sepupu korban, Rio kepada infoSulsel, Kamis (1/1/2026).
Rio menuturkan, EMM juga sosok yang penuh motivasi. Dia disebut sangat menghargai kerja keras orang tuanya yang telah berjuang hingga dirinya bisa sampai menempuh pendidikan di bangku kuliah.
“Di dalam pintu kosnya ada catatan yang ditempelnya bahwa untuk penyemangatnya. Karena meskipun orang tua banting tulang, walau susah orang tua tetap kerja demi dirinya itu membuat motivasinya. Jadi kami tak percaya dia bunuh diri,” bebernya.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Dia mengungkapkan, EMM juga menjadi salah satu harapan keluarga. Sebab, dia menjadi penerus kakeknya yang juga mengambil kuliah dengan jurusan yang sama dengan EMM.
“EMM dan mama saya kakak beradik. Orang tua kami perempuan 5 bersaudara. EMM jadi harapan opa sebagai penerus sarjana pendidikan seperti opa,” katanya.
“Opa saat dengar ini (EMM tewas tergantung) opa terkejut dan terpukul, oma sampai pingsan,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, keluarga EMM meminta kasus kematian itu diusut tuntas. Keluarga curiga kematian korban ada kaitannya dengan tindakan pelecehan dosen inisial DM yang dialaminya.
“Keluarga punya harapan kasus ini diusut tuntas karena kami melihat ada kecurigaan,” ujar Rio.
Dia menyebut keluarga juga menaruh kecurigaan terhadap dosen DM yang diduga melecehkan korban. Keluarga menduga korban sempat ditahan oleh dosen DM karena sebelumnya berniat untuk pulang kampung.
“Bisa jadi (ada keterkaitan dengan dosen DM), karena dia rencananya akan pulang kampung tapi diduga ditahan oleh oknum dosen supaya tak pulang ke Siau,” bebernya.
