Banyak yang penasaran, tanggal 28 Januari memperingati hari apa? Ternyata, di tanggal ini terdapat beberapa momen penting yang diperingati secara global.
Mengetahui peringatan di tanggal-tanggal tertentu seperti hari ini, 28 Januari 2026, bukan sekadar menambah wawasan tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa tersebut. Hal ini bisa menjadi pengingat bagi semua untuk terus menghormati sejarah, menjaga kedamaian, serta meningkatkan kesadaran sosial.
Nah, bagi infoers yang penasaran dan ingin tahu lebih dalam tentang apa saja hari peringatan di tanggal 28 Januari 2026, berikut ini infoSulsel sajikan informasi lengkapnya. Simak ulasannya sampai tuntas ya!
Tanggal 28 Januari diperingati sebagai Hari Pengurangan Emisi CO2 Internasional setiap tahunnya. Tujuan dari peringatan ini adalah untuk membantu dunia bertransisi menjadi lebih baik.
Dikutip dari situs ECO Hire, kesadaran tentang pentingnya pengurangan emisi gas rumah kaca atau CO2 sudah menjadi fokus perhatian para ilmuwan selama lebih dari seratus tahun. Pada 1896, ilmuwan asal Swedia, Svante Arrhenius, pertama kali meramalkan bahwa perubahan kadar karbon dioksida di atmosfer bisa mengubah suhu permukaan bumi melalui efek rumah kaca.
Seiring dengan semakin dalamnya penelitian tentang dampak efek rumah kaca dan kerusakan lapisan ozon, banyak bukti terungkap mengenai pemanasan global, seperti kenaikan permukaan air laut, kekeringan yang semakin parah, kebakaran hutan, penurunan cadangan air, dan lainnya.
Ketika Protokol Kyoto ditandatangani pada 1997, itu menjadi langkah positif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca oleh negara-negara industri. Namun, upaya tersebut belum cukup untuk memperlambat laju perubahan dengan cepat.
Kemudian, pada tahun 2015 diadopsi Perjanjian Paris, perjanjian tersebut mengikat secara hukum 196 negara berbeda dalam komitmen untuk membatasi pemanasan global dengan mengurangi emisi gas rumah kaca. Tujuannya adalah untuk mencapai planet yang netral iklimnya pada pertengahan abad ke-21.
Lebih lanjut, kemudian ditetapkan momen khusus, yakni Hari Pengurangan Emisi CO2 Internasional. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong setiap orang di seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam melindungi lingkungan dan planet dengan mengurangi jejak karbon mereka.
Hari Partisipasi Masyarakat Global diperingati setiap tanggal 28 Januari. Melansir laman National Today, hari peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan individu yang bekerja sama untuk mengatasi ide dan masalah dalam masyarakat dan menjadikan dunia ini tempat yang jauh lebih baik bagi semua orang.
Kisah di balik awal mula dan kelahiran Hari Partisipasi Masyarakat Global cukup menarik. Hari Partisipasi Masyarakat Global didirikan oleh organisasi Engage 2 Act, yakni kumpulan individu yang berkomitmen untuk mengembangkan praktik partisipasi masyarakat berkualitas tinggi.
Organisasi ini merupakan salah satu jaringan praktisi partisipasi masyarakat yang tumbuh paling cepat di Australia dan di seluruh dunia.
Ide muncul dari seorang mantan anggota dewan organisasi bernama Andrew Coulson, ia berpikir bahwa jika hal-hal sepele seperti donat dan kaus kaki memiliki tanggal peringatan khusus, maka keterlibatan komunitas juga layak mendapatkan hari khusus. Ia pun mengajak seluruh tim untuk ikut serta dalam ide ini.
Pada Desember 2017, anggota tim Engage 2 Act menggunakan media sosial mereka untuk mengadakan jajak pendapat. Mereka bertanya kepada pengikut media sosial mereka siapa pemimpin keterlibatan komunitas paling inspiratif yang pernah mereka temui dalam hidup mereka.
Wendy Sarkissian menjadi orang yang paling banyak dipilih dalam jajak pendapat tersebut. Kemudian organisasi tersebut menetapkan tanggal lahir Wendy Saekissian, 28 Januari, sebagai Hari Keterlibatan Komunitas Global.
Tanggal 28 Januari juga menandai peringatan Hari Privasi Data secara global. Hari peringatan ini mendorong untuk memperlakukan informasi pribadi sebagai barang berharga dan melindunginya seolah-olah nyawa bergantung padanya.
Kebutuhan akan privasi data bukanlah hal baru di era digital. Informasi pribadi telah berada dalam risiko selama puluhan tahun.
Teknologi digital telah memudahkan pengumpulan data pribadi, baik secara legal maupun ilegal. Dan dengan 4,66 miliar orang di dunia yang aktif menggunakan internet, terdapat jumlah data yang tidak aman yang tak terhingga yang menunggu untuk dicuri.
Privasi data jarang menjadi prioritas utama dalam daftar tugas harian seseorang. Bahkan sebagian besar pengguna teknologi lengah dalam melindungi informasi pribadi dari mata-mata yang tidak terlihat.
Faktanya, banyak orang tidak memahami perbedaan antara keamanan data dan privasi data, yang mungkin menjadi alasan mengapa begitu banyak yang kurang peduli terhadap privasi data.
Privasi data bukanlah hal yang sama dengan keamanan data, meskipun keduanya saling terkait erat. Perbedaan ini dapat digambarkan bahwa keamanan data seperti memasang terali besi di jendela untuk mempersulit seseorang mencuri di rumah, sementara privasi data lebih seperti menurunkan tirai jendela sehingga tidak ada yang bisa melihat ke dalam.
Hari Privasi Data adalah panggilan kesadaran bagi siapa pun yang ‘terhubung ke jaringan’ bahwa hal penting untuk memastikannya terjaga dengan baik.







