Kopilot bernama Farhan Gunawan tewas dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT yang jatuh di kawasan Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Di mata tetangga, Farhan dikenal sebagai pribadi yang sopan, rendah hati, dan memiliki sikap yang sangat baik dalam pergaulan.
Jenazah Farhan disemayamkan di rumah kedua orang tuanya di Jalan Tamajene, Karuwisi Utara, Panakkukang, Makassar, Sabtu (24/1/2026). Sejumlah keluarga dan tetangganya memadati rumah duka untuk melayat.
Salah seorang tetangga depan rumah almarhum bernama Zulkarnain menuturkan, Farhan memiliki attitude yang luar biasa dan selalu menjaga hubungan baik dengan warga sekitar. Farhan diketahui bersekolah hingga SMA di Makassar.
“Kalau ananda ini luar biasa attitude-nya bagus sekali terhadap tetangga apalagi tetangga di sekitar sini,” kata Zulkarnain kepada wartawan di lokasi.
Menurut Zulkarnain, sikap baik Farhan terbentuk sejak masih kecil. Meski orang tuanya yakni sang ayah, selama ini bekerja dan kerap berada di Sorowako, Luwu Timur, Farhan tetap tumbuh menjadi pribadi yang santun.
“Mungkin karena selama ini orang tua, khususnya bapaknya, berjauhan, di Sorowako. Selama dia di sini sangat bagus pergaulannya,” katanya.
“Baik sekali, sopan sekali, baik sekali. Kalau kita di kalangan warga menegur, anaknya sopan sekali. Kebetulan saya lama di luar juga, saya baru kenal waktu masih SD, SMP di sini, SMP-SMA di Athira,” tambahnya.
Farhan diketahui bekerja sebagai kopilot dan mulai aktif terbang sekitar tiga tahun terakhir. Sejak saat itu, intensitas kepulangannya ke rumah di Makassar memang berkurang.
“Setahu saya baru tiga tahun (sebagai kopilot) sering pulang di sini, cuma tidak sesering misalnya waktu di awal kalau sekarang setelah terbang ke sana kemari itu bisa sampai 2-3 bulan baru kelihatan,” jelasnya.
Diketahui, Farhan merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Dia dilahirkan oleh pasangan Gunawan dan Indrawaty.
“Farhan belum berkeluarga, masih bujang dia, 3 bersaudara, anak pertama,” katanya.
Farhan rencananya akan dimakamkan di Kabupaten Gowa. Pantauan infoSulsel, ambulans yang membawa jenazah Farhan dari Rumah Sakit Bhayangkara tiba rumah duka sekitar 16.55 Wita usai diserahkan oleh tim DVI.
Salah satu kerabat Farhan, Fadil (25) mengatakan Farhan rencananya akan dimakamkan di Gowa pada Minggu (25/1) sekitar pukul 10.00 Wita. Farhan akan dimakamkan di Darussalam Valley.
“Berdasarkan hasil pembicaraan keluarga tadi. Rencana besok dimakamkan di Gowa sekitar jam 10.00,” katanya.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
