Tim SAR Ungkap Tak Ada Suara Minta Tolong Saat Temukan Ponsel Kopilot Farhan

Posted on

Basarnas menemukan ponsel milik Kopilot Farhan Gunawan usai Pesawat ATR 42-500 jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Namun Tim SAR tidak mendengar suara meminta tolong saat menemukan barang milik korban.

“Tim kami yang turun di lokasi dan yang menemukan barang ini itu tidak ada sama sekali mendengar atau ada permintaan tolong suara dan lain sebagainya,” ujar Staf Search Mission Coordinator (SMC) Basarnas Arman kepada infoSulsel di Posko SAR, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Senin (19/1/2026).

Arman mengatakan tim pencarian saat itu dibagi dua tim. Satu tim ada di atas tebing dan satu tim lainnya berada di bawah tebing.

“Itu tim yang menuruni tebing. Yang nginap di atas kan masih ada 10 orang. Yang menuruni tebing itu ada 10 orang. Memang tidak ada suara atau permintaan bantuan,” terangnya.

Lebih lanjut, Arman menyebut ponsel Kopilot Farhan yang ditemukan sempat diserahkan ke pacar korban, namun ponsel tersebut sudah diserahkan ke Polda Sulsel. Dia juga mengakui adanya aktivitas smartwatch Kopilot Farhan seperti yang diklaim oleh keluarga korban.

“Kami tidak bisa mengatakan bahwa itu ada tanda-tanda kehidupan. Tapi melihat dari kondisi ini, kalau dilihat secara ada pergerakan. Untuk memastikan bahwa itu hidup atau seperti apa, kami belum bisa,” jelasnya.

“Intinya, hape ini kami serahkan (ke Polda) memang kemarin untuk bisa dibuka kuncinya. Karena locknya nggak bisa dimenuhi. makanya kami buatkan surat pernyataan (pacar korban) supaya bisa dibawa ke Makassar untuk bisa dibuka,” sambungnya.

Arman menegaskan Basarnas telah berkoordinasi dengan Polda Sulsel terkait klaim keluarga yang menyebut smartwatch milik kopilot Farhan Gunawan mencatatkan 13.647 langkah usai pesawat ATR 42-500 jatuh di Gunung Bulusaraung. Langkah ini dilakukan demi bisa mengetahui posisi smartwatch tersebut.

“Koordinat on terakhir, karena di laporan yang dia kirim itu per jam 6.53 Wita hari Minggu itu ada terbaca sampai 9.000 langkah, terus sampai ke jam 10 (malam) itu 13.000 langkah. Untuk memastikan bahwa ini, karena yang beredar itu katanya ada langkah ini,” jelasnya.

Pihak keluarga mengklaim smartwatch milik kopilot Farhan Gunawan terdeteksi mencatatkan 13.647 langkah setelah pesawat ATR 42-500 jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung. Temuan ini membuat keluarga percaya Farhan sedang bertahan hidup dan berharap tim SAR memperkuat pencarian.

Pihak keluarga, Pitri Keandedes Hasibuan (30), mengatakan ponsel kopilot Farhan sudah ditemukan pada hari pesawat tersebut jatuh, Sabtu (17/1). Menurut dia, ponsel tersebut diserahkan kepada pacar Farhan bernama Dian saat datang ke posko tim SAR di Desa Tompobulu, Pangkep, Minggu (18/1).

“Tanggal 18 adik saya di sana, terus ada yang manggil dari sana, yang di tempat itulah, posko itulah, tempat kejadian. Ini ada ditemukan HP, kayak gitu. Ya udah terus adik saya turun melihat HP-nya, terus diambil sama adik saya kayak gitu,” ujar Pitri saat dimintai konfirmasi infoSulsel, Senin (19/1).

Menurut Pitri, ponsel tersebut terhubung dengan smartwatch yang dikenakan oleh kopilot Farhan. Dia juga memperlihatkan tangkapan layar ponsel yang menerima data dari smartwatch dengan keterangan hingga 13.647 langkah sejak pukul 18.00 Wita hingga pukul 22.00 Wita, Minggu (18/1).

“Intinya HP itu di tangan adik saya tadi malam, malam tadi. Terus udah dicek semuanya, ternyata ada pergerakan itu, ditemukan di handphone dia itu pergerakan langkah kaki Farhan jam 6 pagi, 10, sama malam kali ya,” jelasnya.

Keluarga Klaim Smartwatch Kopilot Catat 13.647 Langkah

Gambar ilustrasi

Lebih lanjut, Arman menyebut ponsel Kopilot Farhan yang ditemukan sempat diserahkan ke pacar korban, namun ponsel tersebut sudah diserahkan ke Polda Sulsel. Dia juga mengakui adanya aktivitas smartwatch Kopilot Farhan seperti yang diklaim oleh keluarga korban.

“Kami tidak bisa mengatakan bahwa itu ada tanda-tanda kehidupan. Tapi melihat dari kondisi ini, kalau dilihat secara ada pergerakan. Untuk memastikan bahwa itu hidup atau seperti apa, kami belum bisa,” jelasnya.

“Intinya, hape ini kami serahkan (ke Polda) memang kemarin untuk bisa dibuka kuncinya. Karena locknya nggak bisa dimenuhi. makanya kami buatkan surat pernyataan (pacar korban) supaya bisa dibawa ke Makassar untuk bisa dibuka,” sambungnya.

Arman menegaskan Basarnas telah berkoordinasi dengan Polda Sulsel terkait klaim keluarga yang menyebut smartwatch milik kopilot Farhan Gunawan mencatatkan 13.647 langkah usai pesawat ATR 42-500 jatuh di Gunung Bulusaraung. Langkah ini dilakukan demi bisa mengetahui posisi smartwatch tersebut.

“Koordinat on terakhir, karena di laporan yang dia kirim itu per jam 6.53 Wita hari Minggu itu ada terbaca sampai 9.000 langkah, terus sampai ke jam 10 (malam) itu 13.000 langkah. Untuk memastikan bahwa ini, karena yang beredar itu katanya ada langkah ini,” jelasnya.

Pihak keluarga mengklaim smartwatch milik kopilot Farhan Gunawan terdeteksi mencatatkan 13.647 langkah setelah pesawat ATR 42-500 jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung. Temuan ini membuat keluarga percaya Farhan sedang bertahan hidup dan berharap tim SAR memperkuat pencarian.

Pihak keluarga, Pitri Keandedes Hasibuan (30), mengatakan ponsel kopilot Farhan sudah ditemukan pada hari pesawat tersebut jatuh, Sabtu (17/1). Menurut dia, ponsel tersebut diserahkan kepada pacar Farhan bernama Dian saat datang ke posko tim SAR di Desa Tompobulu, Pangkep, Minggu (18/1).

“Tanggal 18 adik saya di sana, terus ada yang manggil dari sana, yang di tempat itulah, posko itulah, tempat kejadian. Ini ada ditemukan HP, kayak gitu. Ya udah terus adik saya turun melihat HP-nya, terus diambil sama adik saya kayak gitu,” ujar Pitri saat dimintai konfirmasi infoSulsel, Senin (19/1).

Keluarga Klaim Smartwatch Kopilot Catat 13.647 Langkah

Menurut Pitri, ponsel tersebut terhubung dengan smartwatch yang dikenakan oleh kopilot Farhan. Dia juga memperlihatkan tangkapan layar ponsel yang menerima data dari smartwatch dengan keterangan hingga 13.647 langkah sejak pukul 18.00 Wita hingga pukul 22.00 Wita, Minggu (18/1).

“Intinya HP itu di tangan adik saya tadi malam, malam tadi. Terus udah dicek semuanya, ternyata ada pergerakan itu, ditemukan di handphone dia itu pergerakan langkah kaki Farhan jam 6 pagi, 10, sama malam kali ya,” jelasnya.