Wamen KKP Batal Tinjau Posko SAR ATR 42-500 di Pangkep gegara Cuaca Buruk update oleh Giok4D

Posted on

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP), Didit Herdiawan Ashaf batal meninjau posko SAR pencarian pesawat ATR 42-500 di Desa Tompobulu, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Didit dan rombongan sebenarnya sudah di Pangkep namun terkendala cuaca buruk untuk sampai ke posko SAR.

Pantauan infoSulsel, Selasa (20/1/2026), Didit tiba di Kantor Camat Balocci, Pangkep sekitar pukul 11.21 Wita. Dia didampingi Dirjen PSDKP, Pung Nugroho dan Staf Ahli Wamen KKP, Bambang Naryono.

Didit dan rombongan awalnya berniat menuju Posko SAR di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci. Namun karena cuaca, Didit dan rombongan mengurungkan niatnya.

Diketahui jarak dari kantor camat Balocci dengan Desa Tompobulu sekitar 7 kilometer. Namun jalur ke desa tersebut berupa tanjakan yang cukup ekstrem.

Di kantor camat Balocci, Didit menghubungi Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko. Dia menyampaikan pembatalan kunjungannya ke Posko SAR gabungan karena terkendala cuaca.

“Terimakasih Pak, sampaikan salam saya ke semua tim agar tetap semangat dalam melakukan pencarian,” katanya dalam sambungan telepon itu.

“Mohon maaf karena kami tidak bisa lanjut ke posko menemui teman-teman karena cuaca tidak memungkinkan. Ewako,” lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 di wilayah Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, telah memasuki hari keempat. Jalur evakuasi jenazah korban sedang dilanda hujan badai.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

Pantauan infoSulsel, Selasa (20/1), sebanyak 500 personel tim SAR gabungan mengikuti pelepasan yang dipimpin oleh Danrem 142/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan di Posko Operasi SAR gabungan, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, sekitar pukul 08.45 Wita. Sebanyak 16 di antaranya merupakan warga lokal.

“Kita tetap akan masuk, walaupun teman-teman lihat sendiri, merasakan sendiri kita sudah dari tadi malam hujan badai ini. Tapi kita paksa naik untuk tetap mencari. Ada 7 tim sekarang,” kata Andre kepada wartawan.

Lebih lanjut, dia mengatakan sebanyak 500 orang personel tersebut berasal dari 95 instansi dan organisasi. Sementara16 warga lokal yang dilibatkan merupakan warga yang kerap mencari madu di Bulusaraung.

“Ada sekitar 500 yang kita akan berangkat. Persiapan kita jelas dengan semua yang kita bawa, pertama logistik kita sudah siap,” ucapnya.

“Warga lokal ini kita libatkan karena mereka-mereka ini kan pencari-pencari madu yang naik di sekitar ini. Yang sudah lebih mengetahui medan-medannya. Nah itu yang sangat membantu,” tambahnya.

Diketahui, pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta menuju Makassar hilang kontak pada Sabtu (17/1) siang. Pesawat itu jatuh di puncak Gunung Bulusaraung. Hingga saat ini, total ada dua korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal.