Warga Kabaena Sewa Kapal Rp 3 Juta Dirujuk ke RS gegara Ambulans Laut Rusak

Posted on

Dinas Kesehatan (Dinkes) Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) buka suara soal warga Pulau Kabaena membayar sewa kapal Rp 3 juta agar bisa dirujuk ke rumah sakit. Situasi itu terjadi lantaran ambulans laut yang selama ini melayani warga mengalami kerusakan.

“Ambulans laut yang kita miliki memang rusak, sehingga sementara tidak bisa digunakan untuk rujukan pasien,” kata Kepala Dinkes Bombana, Darwin kepada wartawan, Senin (19/1/2026).

Darwin menjelaskan, ambulans laut sementara dalam perbaikan. Dia mengaku sudah meminjam speedboat milik Dinas Perhubungan (Dishub) Bombana untuk disiagakan di Pulau Kabaena.

“Kapal pengganti sudah standby di Kabaena dan bisa digunakan warga untuk rujukan pasien. Layanannya gratis karena biaya BBM dan honor operator ditanggung Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Darwin mengatakan ambulans laut itu sudah beroperasi sejak 2022 lalu. Fasilitas kesehatan itu mengalami kerusakan sejak selang hidrolisir setir bermasalah.

“Saya berjanji minimal di hari Jumat atau Minggu ini docking kapal ini sudah selesai dan dapat beroperasi lagi,” imbuh Darwin.

Sebelumnya diberitakan, warga Pulau Kabaena mengeluh terpaksa merogoh kocek pribadi demi bisa dirujuk ke rumah sakit. Warga mesti membayar atau menyewa kapal Rp 3 juta untuk menyeberang.

“Minimal Rp 3 juta untuk kapal-kapal kecil dari Kabaena ke Bombana kalau mau mengantar orang sakit,” kata warga bernama Sahrul kepada infocom, Senin (19/1).

Dia mengaku warga membayar sewa kapal sejak ambulans laut tidak beroperasi. Sahrul tidak mengetahui kapan ambulans laut bisa kembali melayani masyarakat Pulau Kabaena.

“Sudah beberapa bulan warga sewa kapal karena tidak ada ambulans laut. Dulu ada tiga titik ambulans laut di Kabaena, tapi sekarang rusak semua,” ujarnya.