Masyarakat digegerkan dengan penemuan buaya berukuran 4 meter dalam kondisi mati di sungai Kabupaten (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra). Buaya itu ditemukan tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) remaja bernama Muhammad Rafli Hamzah (14) pernah tewas dimangsa buaya.
“Iya, warga yang temukan tadi pagi dalam kondisi mati,” kata Kapolsek Kolono Ipda Alimuddin Latif kepada infocom, Jumat (16/1/2026).
Buaya itu ditemukan oleh warga dalam kondisi terapung di sungai Desa Awunio, Kecamatan Kolono, Konsel, Jumat (16/1) sekitar pukul 06.00 Wita. Buaya itu ditemukan oleh warga yang sedang melintas.
“Kondisi ditemukan warga dalam keadaan terapung di sungai,” beber dia.
Warga lalu berusaha mengangkat buaya tersebut ke bantaran sungai menggunakan tali secara beramai-ramai. Namun belum diketahui penyebab buaya itu mati.
“Kalau penyebab matinya buaya ini sampai sekarang belum diketahui, karena ditemukan mengapung,” ungkap Alimuddin.
Warga langsung mengubur bangkai buaya itu. Alimuddin meminta warga tetap waspada pasalnya seekor buaya pernah ditangkap setelah diduga memangsa seorang remaja hingga tewas.
“Buaya pertama sengaja ditangkap, buaya yang ini ditemukan mati. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan sebisa mungkin menghindari aktivitas di habitat buaya,” imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, buaya berukuran 4 meter ditangkap warga di sungai Desa Awunio, Kecamatan Kolono, Konawe Selatan, Selasa (13/1) sekitar pukul 02.00 Wita. Buaya tersebut diduga pemangsa bocah bernama Muhammad Rafli Hamzah (13).
Jenazah korban ditemukan di hari yang sama diserang sekitar pukul 17.40 Wita. Jasad korban ditemukan sekitar 400 meter dari titik awal dilaporkan hilang usai diterkam buaya.
“Warga memang sengaja mau menangkap karena sudah ada korban jiwa beberapa waktu lalu. Ada sekitar 23 orang yang menarik ke darat dari sungai,” kata Kepala Seksi Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Sultra Jufri kepada infocom, Selasa (13/1).







