Pencarian terhadap korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), telah memasuki hari ketiga. Sebanyak 1.200 personel gabungan dikerahkan dalam operasi SAR tersebut.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan pengerahan ribuan personel tersebut mengutamakan pencarian terhadap para kru dan penumpang. Dia turut menyinggung hambatan cuaca buruk dan terjalnya medan pencarian.
“Operasi yang telah kita laksanakan kita sama-sama menyaksikan bahwa hambatan-hambatan yang kita hadapi pasti dari cuaca, kemudian dari kondisi medan,” ujar Syafii kepada wartawan di Posko SAR, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Senin (19/1/2026).
“Operasi yang diikuti lebih dari 1.200 personel ini, memang kita khususkan untuk menemukan dan juga evakuasi terhadap korban,” jelasnya.
Syafii mengatakan pencarian di hari ketiga ini masih masuk dalam kategori golden time, yakni periode waktu paling krusial setelah sebuah insiden untuk menemukan korban selamat. Dia pun berharap ada keajaiban.
“Dalam kurun waktu golden time ini, kita mengharapkan ada keajaiban dan juta tim SAR mampu menemukan seluruh korban karena kami yakini kepastian hanya milik Tuhan. Sebelum kita benar-benar menemukan, kita pasti mengejar dalam kurun waktu yang ada,” katanya.
