280 Hektare Sawah di Bontocani Bone Jadi Percontohan Padi Tanpa Pupuk Kimia

Posted on

Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendorong pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sebanyak 280 hektare lahan sawah di Kecamatan Bontocani dijadikan sebagai lokasi percontohan budidaya tanaman padi tanpa menggunakan pupuk kimia.

“Nanti padi di sini (Desa Pattuku) kita akan jadikan percontohan beras bebas dari pupuk berkimia yang tentunya lebih sehat dikomsumsi dan dapat mencegah adanya stunting dan gizi buruk. Jika perlu, semua pegawai di Kabupaten Bone mengomsumsi beras dari Desa Pattuku,” ujar Bupati Bone Andi Asman Sulaiman kepada infoSulsel, Rabu (21/1/2026).

Andi Asman mengunjungi Dusun Pattuku, Desa Pattuku, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone pada Selasa (20/1) kemarin bersama rombongan. Dia meninjau salah satu kecamatan terpencil di Kabupaten Bone yang berbatasan dengan Kabupaten Maros dan Sinjai.

“Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesuburan tanah, menekan biaya produksi petani, serta menghasilkan beras yang lebih sehat dan aman dikonsumsi. Pada sistem ini, petani didorong menggunakan pupuk organik, pupuk hayati, serta pengelolaan tanah berbasis kearifan lokal,” sebut Andi Asman.

Menurutnya, ketergantungan terhadap pupuk kimia dalam jangka panjang dapat merusak struktur tanah dan menurunkan produktivitas sawah. Melalui program percontohan ini, diharapkan petani dapat melihat langsung manfaat pertanian alami yang lebih berkelanjutan.

“Ini bukan hanya soal hasil panen, tetapi bagaimana kita menjaga tanah warisan untuk generasi mendatang. Pertanian tanpa pupuk kimia adalah investasi jangka panjang,” bebernya.

Andi Asman menambahkan bahwa lahan percontohan di Bontocani ini akan didampingi oleh penyuluh pertanian dan tenaga teknis, mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman, hingga masa panen. Pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi berkala untuk memastikan produktivitas dan kualitas hasil panen tetap optimal.

“Dengan adanya program ini, Pemkab Bone berharap Kecamatan Bontocani dapat menjadi model pertanian padi organik yang dapat direplikasi di wilayah lain, sekaligus memperkuat posisi Bone sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sulawesi Selatan,” jelasnya.