Viral di sosial media empat ekor Anoa muncul di kawasan pertambangan di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), karena habitatnya terganggu. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sultra turun tangan menindaklanjuti terkait video itu.
“Iya itu tadi pagi kami sudah monitor, sudah kami sampaikan ke pimpinan dan masih menunggu tindak lanjutnya,” kata Koordinator Rescue BKSDA Sultra Ashar kepada infocom, Selasa (27/1/2026).
Ashar mengungkapkan kemunculan hewan endemik Sultra tersebut terjadi di kawasan pertambangan PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM). Menurut dia, peristiwa itu sudah beberapa kali terjadi karena habitatnya terganggu.
“Itu di PT SCM, memang sudah sering kali terjadi Anoa muncul di kawasan tempat tinggal pegawai. Jelas, habitat mereka terganggu, manusia mengganggu habitat mereka,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan BKSDA Sultra sudah beberapa kali berkoordinasi dengan PT SCM untuk mencari jalan keluar agar Anoa tidak terganggu. Salah satunya dengan menyediakan kawasan konservasi di kawasan perusahaan.
“Sejak tahun 2023 itu, kami sudah berkoordinasi dengan PT SCM. Mereka mau menyediakan sekitar 420 hektare kawasan konservasi untuk Anoa ini,” ujarnya.
Namun seiring berjalannya waktu, pihak perusahaan belum merealisasikan itu. Ashar mengatakan lahan yang sempat hendak dihibahkan untuk kawasan konservasi dipindahkan.
“Kawasan konservasi yang semula direncanakan itu dipindah oleh PT SCM, kami masih menunggu,” pungkasnya.
Dalam video beredar yang dilihat infocom, terlihat empat ekor Anoa muncul di sebuah tempat tinggal karyawan perusahaan tambang. Tampak tiga ekor Anoa dewasa berukuran besar dan satu ekor berukuran kecil. Keempat Anoa itu sedang mencari makan dengan masuk ke tempat tinggal karyawan.
