Basarnas resmi menyerahkan black box atau kotak hitam PK-THT kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Black box yang dievakuasi dari Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu selanjutnya akan diperiksa untuk mengungkap penyebab kecelakaan pesawat.
Pantauan infoSulsel, Kamis (22/1/2026) pukul 12.30 Wita, penyerahan berlangsung di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar. Black box diserahkan oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI, Mohammad Syafii kepada Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono.
Agenda penyerahan turut dihadiri Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Komjen (Purn) Suntana, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, hingga Kapolda Sulsel Irjen Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro.
Para pejabat yang hadir duduk berjejeran dalam satu meja. Penyerahan black box ditandai dengan penandatangan berita acara antara Syafii dan Soerjanto. Black box yang berwarna oranye turut ditampilkan di atas meja.
“Hari ini telah hadir bapak kepala KNKT dan sebelum saya menyampaikan, pada siang hari ini bahwa benar di hadapan kita ini adalah black box,” kata Syafii dalam sambutannya.
Syafii menjelaskan, black box ditemukan dalam operasi SAR yang memasuki hari kelima. Kendati begitu dia menegaskan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan pesawat tetap diprioritaskan.
“Dengan penemuan black box mudah-mudahan dari teman-teman yang dipimpin kepala KNKT bisa bekerja lebih cepat untuk melakukan asesmen, evaluasi terhadap kejadian kecelakaan yang sama-sama tidak kita harapkan,” jelasnya.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Sementara itu, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengapresiasi tim SAR gabungan yang telah menemukan black box. Dia menuturkan black box terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR).
“Ditemukannya black box ini untuk menjawab teka-teki apa penyebab kejadian tersebut,” kata Soejanto saat konferensi pers.
Sebelumnya, black box ditemukan dalam operasi SAR pesawat ATR 42-500 yang memasuki hari kelima pada Rabu (21/1) pukul 11.00 Wita. Black box yang terpasang dalam bagian potongan ekor pesawat ditemukan di tebing sedalam 150 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.
