Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Polisi menyimpulkan bahwa mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) berinisial EMM yang tewas tergantung di indekos Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), murni bunuh diri. Berdasarkan hasil visum, korban nekat mengakhiri hidupnya diduga karena depresi.
“Gantung diri berdasarkan ciri-ciri gantung diri itu adalah ciri-ciri dari gantung diri yang dialami oleh di tubuh korban yang kita dapatkan dan hasil dari visum baik visum luar maupun autopsi,” kata Dirreskrimum Polda Sulut, Kombes Suryadi di Mapolda Sulut kepada wartawan, Senin (12/1/2026).
Suryadi mengatakan korban mengalami depresi akibat persoalan keluarga, masalah dengan pacar hingga kehidupan kampus. Akumulasi dari persoalan tersebut yang membuat korban nekat bunuh diri.
“Kemungkinan gantung diri ini dilakukan karena korban ini depresi atas beberapa kejadian atau masalah yang dialaminya baik dari masalah keluarga, kemudian masalah dengan pacarnya dan masalah di kampus,” bebernya.
“Ya dugaan kami itulah yang melatarbelakangi EMM melakukan gantung diri,” tambahnya.
Diketahui, korban EMM ditemukan tewas tergantung di kosnya di Kecamatan Tomohon Tengah pada Selasa (30/12/2025). Korban ternyata meninggalkan surat yang ditujukan kepada Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima, Aldjon Dapa.
Sementara surat yang ditinggalkan korban berisi keterangan perihal pengaduan dugaan tindak pelecehan yang dilakukan oknum dosen DM. Namun Aldjon mengklaim belum pernah menerima surat dari korban yang viral di media sosial tersebut.
“Surat yang beredar tiga halaman tertanggal 16 Desember, perlu saya tegaskan kembali bahwa surat itu tak pernah sampai ke saya, dan sampai saat ini pun kami sedang melacak di mana surat fisik itu,” kata Aldjon Dapa kepada wartawan, Rabu (31/12/2025).
Namun Aldjon membenarkan korban sebelumnya sempat melapor dan laporannya ditindaklanjuti Satgas PPKPT Unima. Laporan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen sudah ditindaklanjuti.
“Tanggal 19 Desember korban melapor ke tim satgas, di situ langsung dibuatkan dokumen berita acara dan penjelasan kronologi kejadian,” jelasnya.
