Umat Islam akan memasuki bulan Syaban 1447 H pada 20 Januari 2026. Bulan ini menjadi salah satu waktu utama untuk melaksanakan puasa sunnah.
Bagi umat Islam yang menjalankan puasa sunnah di bulan Syaban, dengan niat cinta kepada Rasulullah SAW dan taat kepada Allah SWT, dijanjikan ganjaran surga. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Fadhâ’il al-Asyhur ats-Tsalâtsah karangan Syaikh ash-Shaduq:
Dikutip hadis dari Imam Ja’far ash-Shadiq as, dari Imam as-Sajjad as, dari Imam Al-Husain as, dari Amirul Mukminin as, bahwa beliau bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Sya’ban karena cinta pada Nabi saw dan mendekatkan diri pada Allah ‘Azza wa Jalla maka Allah akan mencintainya dan mendekatkannya dari kemurahan-Nya pada hari kiamat dan wajib baginya surga.”[1]
Ada beberapa puasa sunnah yang dapat diamalkan umat Islam selama bulan Syaban. Antara lain puasa sunnah Syaban, puasa Nisfu Syaban, puasa Senin-Kamis, dan puasa Ayyamul Bidh.
Sebelum melaksanakan puasa sunnah tersebut tentunya perlu mengetahui dengan jelas jadwal, niat, dan keutamaannya. Berikut ini jadwal puasa Syaban 2026 selengkapnya yang telah dihimpun infoSulsel.
Yuk simak!
Berpuasa di bulan Syaban merupakan ibadah yang disunnahkan bagi kaum muslimin. Tidak ada ketentuan khusus mengenai tanggal atau hari puasa bulan Syaban, sehingga umat Islam boleh berpuasa pada tanggal berapa pun.[2]
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama Indonesia, bulan Syaban berlangsung mulai 20 Januari 2026 hingga 18 Februari 2026. Maka, umat Islam dapat melaksanakan puasa sunnah Syaban di rentang waktu tersebut.
نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الشَّعْبَانِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma-sy-syahri-sy-syabani sunnata-lillâhi ta’ala.
Artinya: “Saya berniat puasa pada bulan Syakban sunnah karena Allah Ta’ala.”[3]
Hadits riwayat Bukhari dan Muslim: Aisyah berkata, “Saya tidak pernah melihat Rasulullah Saw. melakukan puasa satu bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan. Dan, saya juga tidak pernah melihatnya sangat banyak melakukan puasa selain pada bulan Sya’ban.” (HR Bukhari dan Muslim).
Dalam hadits riwayat Tirmidzi dan Nasa’i diceritakan bahwa Ummu Salamah berkata, “Saya tidak pernah melihat Rasulullah Saw. berpuasa dua bulan berturut-turut, kecuali pada bulan Sya’ban dan bulan Ramadhan.” (HR Tirmidzi dan Nasa’i).[2]
Puasa Nisfu Syaban dikerjakan pada tanggal 15 bulan Syaban. Jika dikonversi ke penanggalan Masehi, maka puasa Nisfu Syaban dilaksanakan pada 3 Februari 2026.
نَوَيْتُ صَوْمَ فِي النِّصْفِ الشَّعْبَانِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma fi-n-nishfi-sy-sya’bani sunnata-lillâhi ta’ala.
Artinya: “Saya berniat puasa pada pertengahan bulan Syakban sunnah karena Allah Ta’ala.”[3]
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib RA, Rasulullah SAW bersabda, “Jika datang malam Nisfu Syaban, salatlah dan puasalah pada siang harinya karena Allah akan menurunkan ampunannya di malam itu, mulai dari terbenamnya Matahari hingga pagi hari. Kemudian Allah berfirman, ‘Ingatlah Aku akan mengampuni orang yang meminta ampunan dari-Ku, ingatlah Aku akan memberikan rezeki pada orang yang meminta rezeki pada-Ku, ingatlah Aku akan mengabulkan orang yang meminta kesehatan pada-Ku, dan ingatlah Aku akan begini dan begitu (yakni meminta apa saja) meminta pada Allah sampai munculnya fajar.” (HR Ibnu Majah)[3]
Berikut jadwal puasa Senin-Kamis selama bulan Syaban berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang disusun oleh Kementerian Agama RI:
Kamis, 22 Januari 2026: 3 Syaban 1447
Senin, 26 Januari 2026: 5 Syaban 1447
Kamis, 29 Januari 2026: 10 Syaban 1447
Senin, 2 Februari 2026: 14 Syaban 1447
Kamis, 5 Februari 2026: 17 Syaban 1447
Senin, 9 Februari 2026: 21 Syaban 1447
Kamis, 12 Februari 2026: 23 Syaban 1447
Senin, 16 Februari 2026: 28 Syaban 1447
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ الْخَمِيسِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma yauma-l-itsnaini/khamîsi sunnata-lillâhi ta’ala.
Artinya: “Saya berniat puasa pada hari Senin/Kamis sunnah karena Allah Ta’ala.”[3]
Disebutkan dalam beberapa riwayat bahwa hari Kamis dan Senin di bulan Syaban memiliki keistimewaan yang luar biasa apabila diisi dengan melakukan ibadah puasa. Berpuasa pada hari Kamis bulan Sya’ban termasuk salah satu amalan yang memiliki keutamaan, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits bahwa pada hari Kamis bulan Syaban, para malaikat sibuk menghiasi langit. Mereka berseru, “Wahai Tuhan kami, ampunilah orang-orang yang berpuasa pada hari ini dan kabulkanlah doa mereka.”
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa berpuasa pada hari Senin dan Kamis di bulan Sya’ban, maka Allah Swt. akan mengabulkan kepentingan dunia dan akhiratnya masing-masing dua puluh kepentingan.”[2]
Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada pertengahan bulan Hijriah, yakni pada tangga 13, 14, dan 15. Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia 2026, puasa Ayyamul Bidh bulan Syaban tahun ini jatuh pada tanggal 1, 2, 3 Februari 2026. Berikut rinciannya:
1 Februari 2026: 13 Syaban 1447
2 Februari 2026: 14 Syaban 1447
3 Februari 2026: 15 Syaban 1447
نَوَيْتُ صَوْمَ يومَ الْبِيْضُ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Arab Latin: Nawaitu shauma yaumul biidh sunnatal lillaahi-ta’aalaa
Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah yaumul bidh (hari putih) karena Allah Ta’ala”[4]
Anjuran pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh didasarkan pada sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas RA, ia berkata: “Rasulullah SAW biasa berpuasa pada ayyamul baidh (hari putih) ketika tidak bepergian maupun dalam perjalanan.” (HR Nasa’i).
Penjelasan ini diperkuat oleh sebuah hadits dari Rasulullah SAW kepada Abu Dzar: “Wahai Abu Dzar, jika engkau hendak berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriah).” (HR Tirmidzi).[4]
Sumber:
[1] Buku Hukmah Bulan Rajab dan Sya’ban oleh Dimitri Mahayana
[2] Buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid
[3] Buku Meraih Surga dengan Puasa oleh H Herdiansyah Achmad Lc
[4] Buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa oleh Ustadz Ali Amrin al-Qurawy
