Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) akan melakukan pemeriksaan DNA terhadap keluarga penumpang yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Keluarga dari 3 pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi penumpang pesawat dijadwalkan akan menjalani tes antemortem hari ini.
Pantauan infoSulsel di kantor Biddokkes Polda Sulsel, Senin (19/1/2026) sekitar pukul 09.30 Wita, suasana Posko Antemortem tampak masih sepi. Keluarga korban yang dijadwalkan melakukan pengumpulan data diri dan tes antemortem masih belum tiba di lokasi.
Sejumlah petugas dari tim DVI yang sedang mempersiapkan meja pemeriksaan. Mereka menyiapkan laptop, printer dan sejumlah berkas termasuk formulir antemortem untuk keluarga korban.
Di ruangan tampak jejeran kursi yang disiapkan untuk digunakan keluarga korban melakukan pemeriksaan dan menunggu. Seorang petugas kebersihan juga tampak sibuk membersihkan ruangan dan mengatur kursi.
Selain menyiapkan ruangan pemeriksaan, Biddokkes Polda Sulsel juga menyediakan tempat untuk press release jika nantinya korban telah berhasil diidentifikasi. Tempat tersebut terletak tepat di samping posko antemortem.
Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.
“(Pemeriksaan antemortem) Keluarganya penumpang sekitar jam 10,” kata salah satu petugas Biddokkes Polda Sulsel saat ditemui di Posko Antemortem Biddokkes Polda Sulsel.
Adapun 3 pegawai KKP penumpang pesawat ATR jatuh, yakni Deden Maulana, Ferry Irawan dan Yoga Naufal. Keluarga dari tiga penumpang masing-masing akan diwakili, saudara, orang tua hingga istri untuk menjalani tes antemortem.
“Kalau Ferry, katanya konfirmasi kakaknya (yang menjalani proses antemortem). Kalau Yoga, (diwakili)istri. Kalau Deden belum tahu siapa, apakah ibunya juga,” paparnya.
Sebelumnya diberitakan, ada dua keluarga kru Pesawat ATR 42-500 yang menjalani tes antemortem pada Minggu (18/1). Salah satu orang yang menjalani uji antemortem adalah keluarga dari wakil pilot Farhan Gunawan.
“Yang sudah diuji di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar itu adalah adik kandung dari keluarga korban atas nama M Farhan Gunawan,” kata kata Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro kepada wartawan di Makassar, Minggu (18/1).
Sementara itu, seorang keluarga dari korban Esther Aprilita S menjalani uji antemortem di Polda Jawa Barat. Korban Esther juga merupakan kru pesawat.
“Untuk yang diuji di Jawa Barat atau Bogor atas nama tester Aprilita, di mana dia adalah korban dari kru pesawat, jadi dua-duanya dari kru pesawat,” bebernya.
