Kabid BKPSDM Soppeng Polisikan Ketua DPRD Usai Diduga Dianiaya-Diancam

Posted on

Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian BKPSDM Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rusman mengaku dianiaya hingga diancam oleh Ketua DPRD Andi Muhammad Farid. Rusman telah melaporkan kasus tersebut ke polisi.

“Infonya sudah (melapor). Namun masih didalami karena intinya kita tetap mau ciptakan bagaimana Soppeng aman dan tentram,” ujar Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana kepada infoSulsel, Kamis (1/1/2026).

Sementara Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Dodie Ramaputra mengatakan Rusman melaporkan terkait dugaan pengancaman dan penganiayaan. Kasus itu dilaporkan pada Minggu (28/12/2025).

“Betul, sudah ada laporannya beberapa hari lalu. Yang bersangkutan langsung melapor soal pengancaman dan penganiayaan,” katanya.

Dodie mengaku belum bisa membeberkan lebih detail terkait kasus dugaan penganiayaan tersebut. Pihaknya juga masih melakukan pemeriksaan saksi dan visum terhadap korban.

“Sementara dilakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi-saksi. Kita juga sudah lakukan visum, sementara ditunggu hasilnya,” bebernya.

Sementara itu, infoSulsel mengonfirmasi Ketua DPRD Soppeng Andi Muhammad Farid terkait laporan tersebut. Namun dia belum memberikan respons.

Dalam video beredar dengan durasi 2 menit 9 info, Rusman mengaku peristiwa tersebut terjadi di Kantor BKPSDM Soppeng pada Selasa (24/12/2025) sekitar pukul 16.00 Wita. Saat itu Ketua DPRD Soppeng Andi Muhammad Farid bersama seorang bernama Abidin mendatangi ruangannya untuk mempertanyakan dasar penempatan Abidin sebagai PPPK Paruh Waktu.

Dia mengaku, bahwa dirinya telah menjelaskan soal penempatan Abidin dilakukan berdasarkan persetujuan teknis BKPSDM Provinsi Sulsel. Namun, pihak yang datang ke ruangannya tersebut tidak menerima penjelasan yang disampaikan sehingga langsung emosi.

“Andi Farid dan Abidin tidak puas dengan jawaban yang saya berikan dan terjadilah pengancaman dan penganiayaan terhadap diri saya. Pada saat itu Andi Farid melempar kursi jenis futura warna biru ke arah saya dan menendang perut saya sebanyak dua kali, kemudian keluar dari ruangan saya. Saya sudah melaporkan ke Kapolres Soppeng pada hari Minggu, 28 Desember,” sebutnya.