Dua kepala dinas di lingkup Pemkot Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengundurkan diri secara mendadak dalam waktu yang hampir bersamaan. Legislator Parepare curiga dua kepala dinas (kadis) itu mundur dari jabatannya karena diintimidasi.
“Kami sayangkan ada 2 kepala dinas yang mengundurkan diri dalam waktu sebulan ini. Saya tidak yakin kedua pejabat ini mundur karena keinginannya sendiri,” kata Wakil Ketua Komisi I DPRD Parepare, Asy’ari Abdullah kepada infoSulsel, Rabu (14/1/2026).
Asy’ari meyakini ada sesuatu yang tidak berani diungkapkan dua kadis itu terkait alasannya mundur. Dia menduga ada oknum pejabat yang meminta keduanya untuk mundur dari jabatannya.
“Kami curiga ada sesuatu hal di balik pengunduran diri ini. Ada indikasi orang besar yang berpengaruh untuk meminta Kadis tersebut mengundurkan diri,” bebernya.
Dugaan itu bukan tanpa alasan, Asy’ari mengaku sudah melihat tangkapan layar percakapan oknum pejabat dengan kadis. Dalam percakapan pesan elektronik itu, oknum pejabat meminta kadis untuk mundur.
“Saya dapat screenshoot percakapan pesan oknum pejabat yang meminta seorang kepala dinas untuk mundur. Kepala dinas ini diminta untuk menerima mundur dari jabatannya,” jelasnya.
Dia juga sudah mendengar kabar pengunduran diri dua kadis tersebut karena diancam. Keduanya diancam dengan dugaan pelanggaran dari laporan hasil pemeriksaan (LHP) inspektorat.
“Ada indikasi dari pengunduran diri 2 kepala dinas ini karena diancam oleh oknum pejabat. Keduanya diancam kasusnya akan diangkat sesuai LHP inspektorat,” ungkapnya.
“Padahal seharusnya kan LHP itu hanya inspektorat yang bisa tahu. Tidak bisa diedarkan ke pihak lain kecuali ke Wali Kota langsung,” tambahnya.
Asy’ari menyayangkan jika dugaan pengancaman kepada pejabat itu benar adanya. Dia mendesak Wali Kota Tasming Hamid agar memberi atensi kepada para pejabat yang diduga diintimidasi.
“Kami mendesak agar Wali Kota tidak membiarkan suasana pejabat ditakut-takuti seperti ini. Kondisi ini pejabat seperti hidup di wahana hantu,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi pemerintahan akan berdampak buruk jika ada pengancaman terhadap pejabat. Kondisi tersebut bisa berdampak ke pelayanan masyarakat.
“Ini kan bisa berdampak pada roda pemerintahan. Muaranya nanti bisa juga berdampak ke pelayanan masyarakat,” tuturnya.
Selain itu, dia juga mendengar pengunduran diri kedua kadis itu ditengarai adanya campur tangan oknum pejabat. Oknum pejabat itu disebut ingin jabatan itu diisi keluarganya.
“Nah saya juga dapat kabar Kadis diminta mundur karena ada keluarga dari oknum pejabat yang ingin ditempatkan jabatan tersebut,” ujarnya.
Dia berharap Wali Kota agar menertibkan oknum pejabat yang ingin ikut campur dalam penempatan pejabat. Dia ingin pejabat bisa bekerja maksimal tanpa ketakutan.
“Kami harap wali kota turun tangan untuk menertibkan oknum pejabat tersebut. Jangan sampai pejabat selalu ditakut-takuti,” pungkasnya.
Diketahui, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Parepare Rahmawati mengundurkan diri dari jabatannya. Rahmawati disebut ingin beralih ke jabatan fungsional.
“Info seperti itu (Kadiskes mengundurkan diri). Iye sudah masuk pengunduran dirinya,” ungkap Kepala BKPSDM Parepare, Eko W Ariyadi kepada infoSulsel, Selasa (30/12/2025).
Terbaru, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Makmur juga mengundurkan diri. Makmur disebut mundur dari jabatannya karena ingin kembali menjadi guru.
“Iya, informasi yang saya dengar juga begitu, mengundurkan diri. Suratnya ditujukan ke Walikota pastinya, iya, ke Walikota,” ungkap kepada infoSulsel, Selasa (13/1).
Selain itu, dia juga mendengar pengunduran diri kedua kadis itu ditengarai adanya campur tangan oknum pejabat. Oknum pejabat itu disebut ingin jabatan itu diisi keluarganya.
“Nah saya juga dapat kabar Kadis diminta mundur karena ada keluarga dari oknum pejabat yang ingin ditempatkan jabatan tersebut,” ujarnya.
Dia berharap Wali Kota agar menertibkan oknum pejabat yang ingin ikut campur dalam penempatan pejabat. Dia ingin pejabat bisa bekerja maksimal tanpa ketakutan.
“Kami harap wali kota turun tangan untuk menertibkan oknum pejabat tersebut. Jangan sampai pejabat selalu ditakut-takuti,” pungkasnya.
Diketahui, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Parepare Rahmawati mengundurkan diri dari jabatannya. Rahmawati disebut ingin beralih ke jabatan fungsional.
“Info seperti itu (Kadiskes mengundurkan diri). Iye sudah masuk pengunduran dirinya,” ungkap Kepala BKPSDM Parepare, Eko W Ariyadi kepada infoSulsel, Selasa (30/12/2025).
Terbaru, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Makmur juga mengundurkan diri. Makmur disebut mundur dari jabatannya karena ingin kembali menjadi guru.
“Iya, informasi yang saya dengar juga begitu, mengundurkan diri. Suratnya ditujukan ke Walikota pastinya, iya, ke Walikota,” ungkap kepada infoSulsel, Selasa (13/1).
