Makassar Status Siaga Cuaca Ekstrem Imbas Banjir

Posted on

Wali Kota Makassar, Munafri ‘Appi’ Arifuddin menetapkan status siaga cuaca ekstrem buntut banjir yang melanda Kelurahan Katimbang dan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya. Penetapan status siaga ini langkah mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh peningkatan curah hujan.

“Setelah dilakukan rapat koordinasi untuk melihat kondisi cuaca yang terjadi sekarang dan ke depannya, kita sudah sepakat bahwa hari ini Kota Makassar berada pada tahapan siaga,” kata Appi di Kantor Balai Kota Makassar, Senin (12/1/2026).

Appi menegaskan, keputusan tersebut diambil bukan berdasarkan asumsi, melainkan bersumber dari data ilmiah dan analisis resmi yang disampaikan oleh BMKG. Pihaknya menjadikan rekomendasi BMKG sebagai dasar utama dalam menetapkan langkah kebencanaan.

“Hasil keputusan ini benar-benar diperoleh dari data analisis teman-teman BMKG. Ini bukan keputusan sepihak, tetapi keputusan berbasis data dan kajian ilmiah,” tegasnya.

Dengan ditetapkannya status siaga di Makassar, unsur terkait diminta meningkatkan kesiapan personel, sarana, dan prasarana penanggulangan bencana. Selain itu memperkuat koordinasi lintas sektor demi mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dalam waktu dekat.

Dia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran drainase dan area sekitar permukiman, sebagai upaya meminimalisasi risiko genangan dan banjir.

“Kami berharap masyarakat bisa melihat kondisi ini, memperhatikan keadaan yang ada, mawas diri, menjaga lingkungan, serta menjaga keluarga agar tingkat keselamatan kita semua bisa terjaga dengan baik,” imbuh Appi.

Sementara itu, Plt Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil mengungkapkan, wilayah Makassar dan sekitarnya akan mengalami peningkatan curah hujan yang cukup signifikan. Situasi ini diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026.

“Kami dari Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar memprediksi adanya peningkatan curah hujan pada bulan Januari hingga Februari, dengan akumulasi curah hujan mencapai di atas 400 milimeter dalam periode satu bulan,” kata Nasrol.

Nasrol menjelaskan, tingginya curah hujan berpotensi besar menyebabkan terjadinya banjir dan tanah longsor. Masyarakat pesisir juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan tinggi gelombang laut.

“Curah hujan yang tinggi ini memiliki potensi besar menimbulkan banjir dan longsor, serta peningkatan tinggi gelombang di wilayah pesisir Kota Makassar,” ujar Nasrol.

Atas kondisi itu, BMKG merekomendasikan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menetapkan langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

“Kami sangat merekomendasikan adanya siaga darurat terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang akan kita hadapi, baik pada bulan ini maupun hingga Februari mendatang,” tegas Nasrol.

Nasrol menjelaskan, secara regional saat ini terdapat sejumlah faktor atmosfer yang turut memengaruhi peningkatan intensitas hujan di wilayah Sulsel, khususnya Makassar. Dia kembali mengingatkan warga untuk waspada.

“Secara regional, saat ini terdapat aktivitas gelombang Rossby serta pengaruh Monsun Asia yang memperkuat pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah kita,” jelasnya.

Berdasarkan laporan dari BPBD Makassar merujuk data update per pukul 20.00 Wita, Senin (12/1), sebanyak 459 warga dari 121 kepala keluarga (KK) yang mengungsi imbas banjir. Banjir dilaporkan belum sepenuhnya surut.

Adapun uraian pengungsi di Kelurahan Katimbang tersebar di Kantor Lurah Katimbang 53 jiwa dari 16 KK, SD Paccerakkang 214 jiwa dari 57 KK, Masjid Nurul Ikhlas 18 jiwa dari 4 KK, Masjid Lailatulqadar 39 jiwa dari 10 KK, dan Masjid Ar Ra’mun 17 jiwa dari 5 KK.

Sementara di Kelurahan Paccerakkang, pengungsi tersebar di Masjid Salsabil 9 jiwa dari 5 KK, Musollah l Ummah 59 jiwa dari 13 KK, dan Kantor Lurah Paccerakkang 50 jiwa dari 12 KK.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di luar rumah apabila cuaca ekstrem terjadi, menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho, serta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Makassar M Fadli Tahar dalam keterangannya.

459 Warga Mengungsi Akibat Banjir