Polisi menegaskan tetap akan mengusut dugaan pelecehan terhadap mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) berinisial EMM yang nekat mengakhiri hidupnya diduga karena depresi. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi termasuk oknum dosen berinisial DM.
Hal itu disampaikan Dirreskrimum Polda Sulut, Kombes Suryadi usai konferensi pers di Mapolda Sulut, Senin (12/1/2026). Dia menegaskan bahwa dugaan korban mengalami pelecehan harus diungkap.
“Ya tentunya itu wajib kami ungkap, itu wajib kami ungkap,” kata Kombes Suryadi menanggapi pertanyaan warta terkait kelanjutan kasus tersebut setelah disimpulkan korban murni bunuh diri.
Namun Suryadi meminta waktu mendalami dugaan pelecehan terhadap korban. Dia berharap dalam waktu dekat proses penyelidikan menemui titik terang dan dilanjutkan ke tahap selanjutnya.
“Kami mohon waktu mudah-mudahan kamis bisa memproses ke tahap selanjutnya,” ujarnya.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Diberitakan sebelumnya, polisi menyimpulkan bahwa mahasiswi EMM murni bunuh diri. Berdasarkan hasil visum, korban nekat mengakhiri hidupnya diduga karena depresi.
“Gantung diri berdasarkan ciri-ciri gantung diri itu adalah ciri-ciri dari gantung diri yang dialami oleh di tubuh korban yang kita dapatkan dan hasil dari visum baik visum luar maupun autopsi,” kata Kombes Suryadi.
Dia mengungkapkan korban mengalami depresi akibat persoalan keluarga, masalah dengan pacar hingga kehidupan kampus. Akumulasi dari persoalan tersebut yang membuat korban nekat bunuh diri.
“Kemungkinan gantung diri ini dilakukan karena korban ini depresi atas beberapa kejadian atau masalah yang dialaminya baik dari masalah keluarga, kemudian masalah dengan pacarnya dan masalah di kampus,” bebernya.
Diketahui, polisi telah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus ini di antaranya ayah dan ibu korban serta dua teman kos korban pada Rabu (7/1). Selain itu, polisi juga telah memeriksa oknum dosen yang diduga melecehkan korban.
Selanjutnya, penyidik kepolisian berencana memanggil pacar korban yang merupakan anggota TNI. Penyidik akan berkoordinasi dengan pihak Kodam XIII/Merdeka sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku antar institusi.
“Polda Sulut akan melakukan koordinasi dengan Kodam 13/Merdeka untuk mengambil keterangan anggota TNI, selaku pacar korban,” ujar Kombes Suryadi kepada infocom, Minggu (11/1).
