Membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari merupakan salah satu cara umat Katolik menjaga relasi yang dekat dengan Allah. Renungan harian membantu umat memahami makna bacaan liturgi secara lebih mendalam dan relevan dengan situasi hidup yang dihadapi.
Renungan Harian Katolik Kamis, 15 Januari 2026 mengajak umat untuk merenungkan belas kasihan Yesus yang nyata dalam setiap perjumpaan dengan manusia. Melalui bacaan Kitab Suci hari ini, umat diajak menyadari bahwa kasih dan kepedulian Yesus hadir bagi siapa pun yang datang kepada-Nya dengan iman dan kerendahan hati.
Renungan hari ini mengangkat tema ” Belas Kasihan Yesus” yang dikutip dari buku Renungan Tiga Titik oleh Fransiscus Haryanto Nah, artikel di bawah ini infoSulsel menghadirkan renungan hari ini yang meliputi:
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:
1 Samuel 4:1 Dan perkataan Samuel sampai ke seluruh Israel. (4-1b) Orang Israel maju untuk berperang melawan orang Filistin dan berkemah di dekat Eben-Haezer, sedangkan orang Filistin berkemah di Aphek.
1 Samuel 4:2 Orang Filistin mengatur barisan mereka melawan orang Israel. Ketika pertempuran menjadi sengit, orang Israel dikalahkan oleh orang Filistin, yang membunuh sekitar empat ribu orang di medan perang.
1 Samuel 4:3 Ketika pasukan kembali ke perkemahan, para tetua Israel berkata, “Mengapa TUHAN mengalahkan kita hari ini di hadapan orang Filistin? Marilah kita membawa tabut perjanjian TUHAN dari Silo, supaya tabut itu datang di tengah-tengah kita dan menyelamatkan kita dari tangan musuh-musuh kita.”
1 Samuel 4:4 Kemudian orang-orang itu mengirim utusan ke Silo, dan mereka membawa dari sana tabut perjanjian TUHAN semesta alam, yang berdiam di antara kerubim; dan kedua putra Eli, Hofni dan Pinehas, berada di sana bersama tabut perjanjian Allah.
1 Samuel 4:5 Segera setelah tabut perjanjian Tuhan tiba di perkemahan, seluruh bangsa Israel bersorak gembira hingga bumi bergetar.
1 Samuel 4:6 Dan orang-orang Filistin yang mendengar sorak-sorai itu berkata: “Sorak-sorai apakah itu yang riuh di perkemahan orang-orang Ibrani?” Ketika mereka mengetahui bahwa tabut Tuhan telah sampai di perkemahan,
1 Samuel 4:7 Orang-orang Filistin ketakutan, karena mereka berkata, “Dewa-dewa mereka telah datang ke perkemahan.” Dan mereka berkata, “Celakalah kita! Karena belum pernah terjadi hal seperti ini sebelumnya.”
1 Samuel 4:8 Celakalah kita! Siapakah yang akan menyelamatkan kita dari tangan Allah yang agung ini? Inilah Allah yang sama yang menimpa bangsa Mesir dengan segala malapetaka di padang gurun.
1 Samuel 4:9 “Tetaplah kuat dan bertindaklah seperti laki-laki, hai orang Filistin, supaya kamu tidak menjadi budak orang Ibrani, seperti mereka telah menjadi budakmu. Bertindaklah seperti laki-laki dan berperanglah!”
1 Samuel 4:10 Dan orang Filistin berperang, dan Israel dikalahkan, lalu mereka melarikan diri masing-masing ke kemahnya. Dan terjadilah pembantaian besar-besaran: karena tiga puluh ribu prajurit Israel tewas.
1 Samuel 4:11 Lagipula, bahtera Allah disita dan kedua putra Eli, Hofni dan Pinehas, terbunuh.
Mazmur 44:10 Engkau membuat kami mundur dari musuh-musuh kami, dan orang-orang yang membenci kami merampok.
Mazmur 44:11 Engkau telah menyerahkan kami seperti domba untuk disembelih dan menyebarkan kami ke antara bangsa-bangsa.
Mazmur 44:14 Kamu telah menjadikan kami bahan ejekan di antara bangsa-bangsa, sehingga bangsa-bangsa menggelengkan kepala mereka.
Mazmur 44:15 Sepanjang hari aku dihadapkan dengan noda yang menimpa diriku, dan rasa malu menutupi wajahku,
Mazmur 44:24 Mengapa kamu menyembunyikan wajahmu dan melupakan penindasan dan penindasan yang kami alami?
Mazmur 44:25 Karena jiwa kita terkubur dalam debu, tubuh kita terbaring di tanah.
Markus 1:40 Seorang penderita kusta datang kepada Yesus, dan berlutut di hadapan-Nya, ia memohon pertolongan-Nya, sambil berkata, “Jika Engkau mau, Engkau dapat menyembuhkan aku.”
Markus 1:41 Dan Ia tergerak oleh belas kasihan, lalu mengulurkan tangan-Nya, menyentuh orang itu, dan berkata kepadanya, “Aku mau; sembuhlah engkau.”
Markus 1:42 Seketika itu juga penyakit kusta meninggalkannya, dan ia sembuh.
Markus 1:43 Dia segera mengusir pria itu dengan peringatan keras:
Markus 1:44 “Jagalah agar kamu tidak menceritakan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, tunjukkan dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk penyucianmu apa yang diperintahkan Musa, sebagai kesaksian bagi mereka.”
Markus 1:45 Tetapi orang itu pergi dan menyebarkan berita itu, sehingga Yesus tidak dapat lagi masuk ke kota secara terang-terangan, melainkan tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; dan orang-orang datang kepada-Nya dari mana-mana.
Lalu tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan. Ia mengulurkan tangan-Nya, menyentuh orang itu dan berkata kepadanya, “Aku mau, jadilah tahir.” (Mrk. 1:41)
Bacaan Injil pada hari ini mengisahkan belas kasihan Yesus kepada orang yang sangat menderita karena penyakit kulit yang sangat menajiskan. Belas kasihan Yesus begitu tulus, sehingga ketika orang itu berseru memohon pertolongan, Yesus dengan segera memberikan tanggapan, “Aku mau, jadilah tahir.”
Dalam perjalanan-Nya memberitakan Injil, Yesus telah banyak melakukan mukjizat dan menyembuhkan orang sakit adalah salah satunya. Ia seringkali mengingatkan agar jangan memberitahukan kepada siapa pun apa yang telah terjadi, melainkan pergi kepada imam dan memberikan persembahan kepada Allah sebagai syukur.
Namun semakin dilarang, semakin berita tersebar, sehingga pemberitaan Yesus pada saat itu menjadi terhalang. Dia tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota.
Sebagai pengikut Kristus, kita perlu senantiasa menanggapi perintah Yesus dan bersyukur atas semua yang terjadi dalam hidup kita. Belas kasihan Yesus sebenarnya terjadi di setiap perjalanan keseharian hidup kita. Namun, kita tidak menyadarinya, sehingga acap kali kita tidak bersyukur atas belas kasihan Yesus atau atas anugerah yang kita terima. Kita menganggap suatu kejadian atau keberhasilan yang kita peroleh semata-mata karena upaya kita sendiri.
Saya merasa mengalami belas kasihan Yesus setiap hari, dari mulai saya bangun pagi dengan kondisi sehat, dapat menghirup udara segar, dan masih diberikan nafas untuk hidup. Saya juga masih diberi waktu untuk berkunjung ke rumah anak, bertemu dan bercanda dengan cucu serta menikmati secangkir kopi. Semua itu adalah anugerah Tuhan dan karena belas kasihan-Nya. Saya selalu berdoa dan berusaha bersyukur atas hal-hal keseharian yang terjadi dalam diri dan keluarga saya.
Marilah kita taat dan senantiasa mengucap syukur dalam setiap kejadian yang kita alami sehari-hari. Jangan apabila masalah datang, kita baru ingat kepada-Nya; meminta tanda agar membantu kita keluar dari masalah; dan ketika hal itu tidak kunjung datang kita menyalahkan Tuhan.
Semoga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari dengan mengikuti perintah Yesus dan mensyukuri apa pun yang terjadi dalam hidup kita.
Bapa Yang Maha Kasih, ajar kami untuk senantiasa bersyukur atas apa yang terjadi dalam hidup kami, karena itu semua adalah anugerah-Mu dan belas kasihan-Mu. Ajar kami untuk dapat lebih peka terhadap penderitaan sesama, sehingga kami menjadi semakin dekat kepada-Mu. Amin.
Demikianlah renungan harian Katolik Kamis, 15 Januari 2026. Damai Tuhan beserta kita!
