Setiap tanggal dari kalender menandai sejumlah momen penting yang diperingati di berbagai belahan dunia termasuk hari ini Rabu, 14 Januari 2026. Mulai dari peristiwa bersejarah, tradisi budaya, hingga peringatan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, tanggal ini menyimpan beragam nilai yang menarik untuk diketahui.
Setidaknya ada empat peringatan yang dirayakan pada 14 Januari 2026, baik secara internasional maupun nasional dari berbagai negara. Secara Internasional terdapat perayaan Hari Logika Sedunia dan Hari Layang-layang Internasional, sedangkan secara nasional ada Hari Operasi Caesar di Amerika Serikat dan Novy God atau Tahun Baru Rusia.
Keempat peringatan ini mencerminkan keragaman latar belakang sejarah, budaya, dan intelektual yang diperingati pada tanggal yang sama dan memiliki makna pada setiap perayaannya.
Lantas, apa makna dari masing-masing peringatan tersebut? Di bawah ini infoSulsel sajikan masing-masing ulasannya.
Yuk, disimak!
Melansir laman resmi UNESCO, Hari Logika Sedunia adalah peringatan tahunan yang rutin digelar setiap tanggal 14 Januari. Peringatan ini ditetapkan pada 13 November 2019 oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNESCO bekerja sama dengan Dewan Internasional untuk Filsafat dan Ilmu Humaniora (CIPSH).
Penetapan Hari Logika Sedunia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global akan pentingnya logika dalam kehidupan manusia. Logika tidak hanya memiliki nilai sejarah dan konsep yang mendalam, tetapi juga berperan besar dalam berbagai aspek praktis, terutama di bidang ilmu pengetahuan yang bersifat lintas disiplin.
Kemampuan berpikir logis merupakan salah satu ciri utama yang membedakan manusia dari makhluk lain. Dalam berbagai budaya, kemanusiaan sering dikaitkan dengan kesadaran, pengetahuan, dan penggunaan akal. Bahkan dalam tradisi Barat klasik, manusia kerap disebut sebagai “makhluk rasional” atau “makhluk logis”.
Sebagai ilmu yang mempelajari prinsip-prinsip penalaran, logika telah dikembangkan oleh berbagai peradaban sepanjang sejarah. Sejak awal kemunculannya, logika berperan penting dalam kemajuan filsafat, sains, dan teknologi. Namun, meski memiliki pengaruh besar, pemahaman dan kesadaran publik tentang pentingnya logika masih tergolong rendah.
Melalui perayaan Hari Logika Sedunia yang bersifat global dan dinamis, UNESCO berharap dapat mendorong kerja sama internasional, mengembangkan riset dan pengajaran logika, serta mendukung kegiatan akademik yang dilakukan oleh universitas, asosiasi, dan lembaga terkait. Selain itu, peringatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang peran logika dalam sains, teknologi, dan inovasi.
Lebih dari itu, Hari Logika Sedunia diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun budaya damai, memperkuat dialog, serta menumbuhkan sikap saling pengertian melalui kemajuan pendidikan dan ilmu pengetahuan.
Hari Layang-layang Internasional merupakan perayaan berskala global yang berakar dari India, khususnya di kota Ahmedabad, negara bagian Gujarat di wilayah utara. Menyadur laman International Today, festival ini dikenal dengan nama Uttarayan dalam bahasa Hindi, sementara di berbagai daerah lain di India disebut Makar Sankranti.
Pada awalnya, tradisi menerbangkan layang-layang hanya dilakukan oleh kalangan bangsawan dan orang-orang kaya. Namun seiring waktu, kegiatan ini berkembang menjadi festival terbuka yang dapat diikuti oleh semua kalangan, bahkan, perayaan ini kini menarik peserta dari berbagai negara, seperti Jepang, Italia, Inggris, Kanada, China, Indonesia, Singapura, Amerika Serikat, Malaysia, Australia, Prancis, hingga Brasil.
Hari Layang-layang Internasional dirayakan sebagai simbol peralihan musim dari dingin menuju musim panas, sekaligus menandai datangnya masa panen tanaman musim dingin. Setiap tahunnya, ribuan orang dari berbagai belahan dunia datang untuk ikut meramaikan festival ini.
Pada siang hari, suasana festival diwarnai dengan pertunjukan akrobat dan layang-layang beraneka warna yang menghiasi langit. Sementara saat malam tiba, langit dipenuhi oleh layang-layang bercahaya yang dikenal sebagai “tukkal”, disertai pertunjukan kembang api yang semakin menambah kemeriahan.
Meski berasal dari India, perayaan Hari Layang-layang Internasional juga dirayakan di berbagai negara lain, bahkan, sejumlah kuil Hindu di Amerika Serikat turut menggelar perayaan ini. Festival ini terbuka untuk siapa saja yang ingin berpartisipasi dan merayakan kebersamaan lintas budaya.
Novy God atau Tahun Baru Rusia dirayakan setiap 14 Januari dan menjadi salah satu tradisi penting bagi masyarakat Rusia. Dalam perayaannya, Novy God kerap dirayakan dengan suasana meriah yang mirip dengan perayaan Natal.
Perayaan Tahun Baru Rusia dimulai menjelang tengah malam. Terlebih dahulu, masyarakat Rusia secara serentak menyaksikan pidato Tahun Baru Presiden Rusia yang disiarkan langsung dari Kremlin.
Setelah pidato tersebut, momen pergantian tahun ditandai dengan dentang jam Kremlin yang terkenal tepat pada pukul 00.00. Tradisi pidato presiden ini telah berlangsung sejak 1941, ketika pemerintah Soviet pertama kali menyampaikannya untuk memberi informasi kepada rakyat di masa Perang Dunia II.
Sejarah penetapan tanggal Tahun Baru di Rusia sendiri mengalami beberapa perubahan. Pada masa Rusia kuno, Tahun Baru dirayakan pada 1 Maret.
Setelah masuknya agama Kristen ke Rusia pada tahun 988, Kekaisaran Bizantium memperkenalkan kalender Era Penciptaan Konstantinopel, yang awalnya menetapkan Tahun Baru berdasarkan perhitungan penciptaan dunia yakni pada tanggal 1 Maret.
Kemudian, Bizantium mengubah perayaan Tahun Baru menjadi 1 September, karena adanya keyakinan bahwa Antikristus akan turun pada tanggal tersebut di tahun 1492. Selanjutnya perubahan besar terjadi pada 1699, ketika Peter Agung menetapkan bahwa Tahun Baru di Rusia akan dirayakan “dengan cara Eropa”, yakni pada 1 Januari.
Kebijakan ini diambil karena perayaan di bulan September dianggap merugikan secara ekonomi, sebab bulan tersebut merupakan masa kerja penting di Eropa.
Meski Rusia secara resmi mengadopsi kalender Gregorian pada 1918, Gereja Ortodoks Rusia masih menggunakan kalender Julian. Perbedaan kedua kalender tersebut menimbulkan selisih 13 hari, sehingga sebagian masyarakat merayakan Tahun Baru pada 1 Januari, sementara yang lain merayakannya pada 14 Januari.
Kini, perbedaan tersebut justru menjadi keunikan tersendiri. Banyak masyarakat Rusia yang memilih merayakan Tahun Baru dua kali, menjadikan Novy God sebagai tradisi yang tetap hidup hingga sekarang.
Selain Novy God di Rusia, pada tanggal 14 Januari di Amerika Serikat juga dirayakan Hari Operasi Caesar. Operasi caesar adalah prosedur di mana bayi dikeluarkan dari rahim ibu dengan membuat sayatan di perut, berbeda dengan persalinan normal yang melalui vagina.
Hari Operasi Caesar ditetapkan untuk mengenang keberhasilan operasi caesar pertama yang tercatat dalam sejarah modern, yang dilakukan oleh Dr Jesse Bennett pada 1794. Peringatan ini juga menjadi bentuk penghormatan bagi mereka yang lahir melalui operasi caesar serta kemajuan dunia medis yang telah membantu jutaan ibu melahirkan dengan aman.
Kisah di balik operasi caesar pertama ini berawal ketika Elizabeth, istri Dr Jesse Bennett, mengalami persalinan yang semakin berisiko setelah berlangsung selama berjam-jam. Saat itu, hanya ada dua dokter yang menangani persalinan, yakni Dr Jesse Bennett dan Dr Humphrey, keduanya menyadari bahwa operasi menjadi satu-satunya pilihan untuk menyelamatkan ibu dan bayi.
Namun, pada masa tersebut, operasi caesar belum pernah dilakukan sebelumnya dan dianggap sangat berbahaya. Dr Humphrey meyakini bahwa prosedur itu akan berujung pada kematian ibu dan bayi, sehingga ia memilih meninggalkan rumah Dr Jesse Bennett.
Dalam kondisi darurat, Dr Jesse Bennett mengambil keputusan berani untuk melakukan operasi caesar sendiri. Dengan peralatan seadanya, ia merakit meja operasi dari papan dan tong, menggunakan lilin sebagai penerangan, serta laudanum (larutan opium) sebagai anestesi.
Operasi pun dilakukan dengan penuh risiko. Dr Jesse membuat sayatan pada perut istrinya dan berhasil mengeluarkan bayi perempuannya dengan selamat, lalu memotong tali pusar. Secara mengejutkan, Elizabeth dan bayinya selamat, sebuah keajaiban medis pada zamannya.
Meski berhasil, Dr Jesse Bennett tidak banyak mengungkapkan detail operasi tersebut karena khawatir tidak dipercaya atau dianggap berbohong. Kisah ini baru terungkap bertahun-tahun kemudian setelah kematiannya, ketika Dr A.L. Knight mengumpulkan kesaksian para saksi mata dan mendokumentasikan peristiwa bersejarah tersebut.
Demikian ulasan perayaan yang diperingati pada tanggal 14 Januari. Semoga menambah wawasan ya, infoers!
