Tekad Farhan Kejar Mimpi Jadi Pilot ATR 42-500, Ditempa Instruktur Terbaik

Posted on

Kopilot pesawat ATR 42-500 PK-THT Farhan Gunawan (26) telah dimakamkan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Keluarga mengenang sosok Farhan yang ceria dan gigih dalam mengejar mimpi menjadi pilot sejak bekerja di perusahaan penerbangan atau maskapai hampir 3 tahun terakhir.

“Kalau di mata keluarga sendiri Farhan itu orangnya ceria, penuh semangat dan juga bisa dibilang berani untuk kerja mimpinya sampai sekarang bisa jadi pilot,” kata kakak sepupu Farhan, Ramadani kepada wartawan usai pemakaman Farhan di Darussalam Valley, Gowa, Minggu (25/1/2026).

Ramadani juga mengenang Farhan sebagai figur yang penyayang. Kopilot pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) itu juga sosok yang mengayomi saudaranya.

“Selain itu juga Farhan kita kenal sebagai orang yang penyayang kepada keluarga dan saudara-saudaranya dan keluarganya,” tambahnya.

Ramadani menjelaskan, keluarga memutuskan Farhan dimakamkan di Darussalm Valley Gowa karena akses yang mudah dijangkau. Lokasinya dinilai representatif untuk bisa dihadiri seluruh keluarga.

“Kenapa di sini (Darussalam Valley) karena domisili keluarga intinya sudah di Makassar jadi kita pilih akses yang paling gampang untuk semua keluarga,” imbuh Ramadani.

Dia pun mengapresiasi kinerja tim SAR gabungan yang telah mengevakuasi seluruh korban kecelakaan pesawat termasuk Farhan. Ramadani menilai tim SAR sudah bekerja keras karena medan pencarian yang terjal.

“Tentu bukan tugas yang mudah untuk mencari dan mengevakuasi di medan yang begitu sulit, karena itu kita sangat mengapresiasi seluruh tim yang terlibat,” paparnya.

Sementara itu, salah satu direksi PT PT Indonesian Air Transport (IAT) menyampaikan belasungkawa atas kepergian Farhan. Pihak maskapai menganggap Farhan sebagai kru terbaik yang ditempa instruktur terbaik di maskapai.

“Hari ini kami dengan tim dan instruktur Mas Farhan juga hadir. Mas Farhan pilot kami, kami didik oleh instruktur terbaik kami juga. Kami merasa kehilangan. Mudah-mudahan syahid bagi seluruh korban husnul khatimah amin,” jelas salah satu perwakilan IAT saat pemakaman Farhan.

Diketahui, pesawat ATR 42-500 jatuh usai sempat hilang kontak di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sabtu (17/1). Sebanyak 10 korban berhasil dievakuasi dan diidentifikasi secara bertahap hingga hari ketujuh operasi SAR berlangsung.

“Hasil identifikasi berdasarkan pemeriksaan yang dilaksanakan oleh tim DVI, 10 korban sudah bisa diidentifikasi berdasarkan jumlah yang terdapat di manifes,” kata Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro dalam konferensi pers di Biddokkes Polda Sulsel, Sabtu (24/1).