Wali Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) Tasming Hamid dan Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto memboyong 147 pejabat dalam kunjungan kerja (Kunker) ke Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Rombongan itu menuai sorotan karena dinilai pelesiran di tengah efisiensi anggaran.
“Iya jadi agendanya hari ini ke Pemkot Balikpapan,” ungkap Kadis Kominfo Parepare, Anwar Amir kepada infoSulsel, Jumat (23/1/2026).
Anwar berdalih, kunker itu dilakukan untuk penataan UMKM dan pengelolaan perusahaan daerah. Selain itu, Pemkot juga ingin meniru pengelolaan parkir.
“Agenda kunjungan kerja dengan 3 poin yang ingin dicapai yaitu terkait penataan UMKM, pengelolaan perparkiran dan pengelolaan perusahaan daerah,” jelasnya.
Dia ogah mengungkapkan jumlah orang yang diboyong dalam kunker tersebut. Anwar hanya menyebut dalam rombongan kunker itu terdiri dari SKPD dan Forkopimda.
“Unsur yang hadir dari forkopimda dan SKPD. Sampai besok agendanya. Minggu pulang,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Anggota DPRD Parepare, Andi Muhammad Fudail menyoroti kunker yang diikuti 147 orang. Menurutnya, kunker itu sebaiknya tidak dilakukan untuk menjaga stabilitas pemerintahan di Parepare.
“Sebaiknya tidak dilakukan (kunker rombongan). Harusnya kalau wali kota berangkat, wakil wali kota tinggal atau sekda yang tinggal. Begitupun kalau wakil wali kota yang diamanahkan, wali kota tinggal. Supaya pemerintahan berjalan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, kunker rombongan itu dipastikan membebani APBD Pemkot. Bukan hanya biaya transportasi, rombongan dipastikan masing-masing menerima honor surat perintah perjalanan dinas (SPPD).
“Ya kalau persoalan membebani ya pasti bebani ya. Tapi saya yakin dan percaya bahwa mereka membawa masing-masing anggarannya. Iya kalau mereka pasti kemungkinan besar mereka menggunakan SPPD,” ujarnya.
Fudail mengaku belum tahu nama-nama dari 147 orang yang diboyong ke Balikpapan. Namun dia sudah mendapat informasi jika kunker itu juga melibatkan Forkopimda.
“Saya dengar juga yang berangkat itu termasuk Kapolres mungkin ya. Forkopimda betul, Forkopimda juga dalam perjalanan itu termasuk ada pimpinan bank ya, ada juga pengusaha-pengusaha,” katanya.
Dia juga heran, Wali Kota melakukan kunjungan kerja dengan memboyong banyak orang. Tujuan kunkernya juga tidak jelas.
“Nah inilah yang kami tidak tahu pasti,” pungkasnya.
Dari data yang diterima infoSulsel, rombongan kunker itu memboyong 147 orang. Dari data itu, ada sejumlah pejabat Forkopimda yang didampingi istri dan staf masing-masing.
Selain itu, dalam rombongan juga terlihat sejumlah nama staf yang diikutkan untuk bermain sepakbola. Ada pula sejumlah nama yang tanpa keterangan jabatan.
