Yang Tersisa dari Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 Usai 10 Korban Ditemukan baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan operasi SAR pesawat ATR 42-500 PK-THT yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), telah selesai. Basarnas kini hanya akan membuka operasi evakuasi jika ada temuan baru di lokasi kecelakaan.

Operasi SAR dibuka sejak pesawat rute Yogyakarta-Makassar itu menabrak gunung dan jatuh pada Sabtu (17/1) siang. Sejak itu, tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI-Polri, serta potensi SAR lainnya langsung turun melakukan pencarian dan evakuasi korban.

Hingga hari ketujuh operasi, Sabtu (23/1), tim SAR berhasil menemukan 10 korban yang masuk dalam manifes pesawat tersebut. Seluruh korban dinyatakan meninggal dunia.

Tim SAR awalnya menemukan jenazah berjenis kelamin laki-laki di jurang kedalaman 200 meter pada Minggu (18/1). Jenazah itu teridentifikasi bernama Deden Maulana (43) yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Pada hari kedua pencarian, Senin (19/1), tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah berjenis kelamin perempuan di jurang kedalaman 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Jenazah itu teridentifikasi sebagai pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono (33).

Tim SAR lalu menemukan korban ketiga berupa potongan tubuh pada Rabu (21/1) sekitar pukul 12.30 Wita. Potongan tubuh itu masih menjalani pemeriksaan oleh tim DVI Polri.

Selanjutnya, tim SAR gabungan menemukan enam korban yang lokasinya berdekatan di jurang sedalam 250 meter pada Rabu (21/1). Seluruh temuan korban itu telah dievakuasi dengan total tujuh kantong jenazah.

Belakangan, korban ketiga yang berhasil diidentifikasi berjenis kelamin perempuan yakni pramugari Esther Aprilita S (26). Ketiga korban yang telah teridentifikasi dilaporkan masih dalam kondisi utuh sehingga terdeteksi melalui sidik jari.

Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.

“Pada malam hari ini saya selaku Kepala Badan SAR Nasional, selaku SAR koordinator men-declare bahwa operasi pencarian dan evakuasi terhadap kecelakaan pesawat PK-THT saya nyatakan selesai,” kata Kabasarnas Marsdya Mohammad Syafii dalam konferensi pers di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Jumat (23/1/2026).

Hingga operasi SAR berakhir, masih banyak serpihan pesawat yang tinggal di lokasi. Syafii mengatakan pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan body part pesawat yang dibutuhkan untuk investigasi sudah cukup. Salah satu yang penting ialah black box atau kotak hitam.

“Tadi dari teman-teman KNKT sudah menyampaikan bahwa dengan bukti black box yang sudah ditemukan dan juga beberapa komponen pesawat yang sudah kita serahterimakan sementara masih dalam pernyataan cukup. Jadi sementara sudah disampaikan cukup dari bukti-bukti itu untuk ditindaklanjuti untuk dilakukan investigasi,” ucap Syafii.

Menurutnya, tidak semua serpihan pesawat harus dievakuasi. Serpihan lain akan dievakuasi jika ada permintaan dari KNKT yang berkaitan dengan investigasi.

“Tidak mungkin dengan situasi yang seperti itu body part-body part harus kita evakuasi secara keseluruhan. Kecuali misalkan nanti memang dari KNKT membutuhkan bantuan untuk masuk ke lokasi untuk mengevakuasi body part yang sekiranya masih sangat dibutuhkan. Operasi kita yang kita lakukan adalah operasi dukungan. Bukan operasi SAR. Karena operasi SAR itu ditujukan untuk menemukan korban dan mengevakuasi korban,” terangnya.

Syafii menjelaskan bahwa setelah penutupan operasi SAR, Kantor SAR Makassar akan melanjutkan dengan operasi kesiapsiagaan rutin. Operasi ini dilakukan untuk menindaklanjuti jika ada laporan temuan baru di lokasi kecelakaan.

“Dilanjutkan dengan operasi kesiapsiagaan rutin oleh kantor SAR Sulawesi Selatan. Artinya bahwa operasi kesiapsiagaan ini ditujukan andai saja ada laporan dari masyarakat. Misalkan ada body part yang ditemukan, yang tersisa sekecil apapun itu body part, kewajiban bagi Basarnas untuk melaksanakan operasi evakuasi. Artinya pengambilan badan itu dan akan kita serahkan ke DVI Polri,” bebernya.

Dia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR ini. Syafii menyebut banyak rintangan yang dihadapi selama proses operasi berlangsung, terutama terkait dengan cuaca ekstrem.

“Dan alhamdulillah sebelum malam hari ini, hari terakhir tadi hari ketujuh, kita sama-sama menyaksikan cuaca hari ini cukup baik,” ucap Syafii.

Berdasarkan data manifes maskapai Indonesia Air Transport (IAT), pesawat ATR 42-500 diisi tujuh kru dan tiga penumpang. Dari tujuh kru pesawat, dua orang di antaranya merupakan Pilot Captain Andi Dahanto dan Kopilot Farhan Gunawan.

Selain itu ada Flight Operation Officer (FOO), Hariadi dan dua orang Engineer on Board (EOB) atau teknisi bernama Resti Ad dan Dwi Murdiono. Dua lainnya merupakan Flight Attendant (FA) atau pramugari bernama Florencia Lolita dan Esther Aprilita.

Sementara tiga penumpang masing-masing bernama Deden Maulana, Ferry Irawan dan Yoga Naufal. Mereka adalah pegawai KKP yang bertugas menjalankan misi patroli atau pengawasan kelautan via udara.

Florencia, Deden, dan Esther sudah teridentifikasi. Sehingga masih ada tujuh korban lainnya yang sementara proses identifikasi sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

Syafii menjelaskan, tim SAR telah mengevakuasi 11 kantong jenazah atau body bag secara bertahap selama operasi SAR yang berlangsung selama tujuh hari. Dari total tersebut, tujuh di antaranya baru diserahkan ke Biddokkes Polda Sulsel pada Jumat (23/1).

“Pada hari ini kita telah menyerahkan 7 body bag kepada tim DVI, (sementara) yang bisa men-declare dari total 11 body bag yang sudah kita kirim nanti itu sudah sesuai 10 korban, itu yang sama-sama kita tunggu,” kata Syafii saat konferensi pers di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel, Jumat (23/1).

Syafii mengaku ada satu kantong jenazah sebelumnya berisi bagian potongan tubuh atau body part. Namun dia menegaskan 7 kantong yang baru diserahkan kepada DVI merupakan jenazah.

“Saya pastikan bahwa hari ini, 7 body bag yang kita evakuasi merupakan jenazah. Jadi bukan dalam bentuk body part seperti kemarin ada 1 potong tulang,” tegasnya.

“Mudah-mudahan dari 11 body bag yang kita temukan ini, dari DVI bisa memberikan informasi bahwa apakah benar semua korban sudah sesuai,” tambah Syafii.

Serpihan Pesawat Dibiarkan di Lokasi

Operasi Lanjutan Bersifat Kesiapsiagaan

7 Korban Masih Diidentifikasi