Pemuda berinisial MFS (19) tewas dikeroyok saat merayakan malam pergantian tahun baru bersama pacarnya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelaku pengeroyokan yang berjumlah sekitar 7 orang belum tertangkap atau masih bebas.
Korban yang merupakan pemuda asal Kabupaten Gowa dikeroyok di Jalan Kerung-kerung, Makassar pada Kamis (1/1) dini hari. Saat itu, korban menemui pacarnya yang berjualan kuliner di pinggir jalan untuk merayakan tahun baru.
“Berdasarkan keterangan salah satu saksi, korban dikeroyok sekitar tujuh orang orang anak muda,” ujar Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin kepada infoSulsel, Kamis (1/1/2026).
Wahiduddin mengatakan korban sempat dievakuasi oleh warga ke dalam rumah. Namun ditemukan korban mengalami luka tikaman di bagian punggung dan kepala berdarah.
“Saksi melihat korban mengalami luka kepala belakang berdarah dan bagian punggung belakang akibat tusukan benda tajam,” bebernya.
Akibat luka tersebut, korban kemudian dilarikan ke Rumah Saki Plamonia Makassar. Namun nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal di rumah sakit.
“Kemudian (korban) dibawa ke Rumah Sakit Pelamonia untuk mendapatkan perawatan medis. Namun saat itu nyawa korban tidak dapat tertolong,” ungkapnya.
Sementara Kasi Humas Polrestabes Makassar Kompol Wahiduddin mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Para pelaku pengeroyokan masih dalam pengejaran.
“Benar, telah terjadi penganiayaan yang menyebabkan seorang pemuda meninggal dunia di Jalan Kerung-kerung. Untuk kejadian ini tengah dilakukan penyelidikan oleh anggota Polrestabes Makassar dan Polsek Makassar,” kata Wahiduddin.
Sepupu korban berinisial RAA mengaku menemani korban datang ke lokasi untuk menemui pacarnya. Keduanya berboncengan motor dari Kabupaten Gowa untuk merayakan tahun baru di Makassar.
“Saya temani sepupu saya (korban) ke pacarnya untuk rayakan tahun baru. Korban itu orang Pallangga, kalau saya dari Bontonompo,” kata RAA kepada wartawan.
RAA menuturkan saat itu sejumlah orang bermain petasan dan diarahkan ke lapak jualan pacar korban. Dia mengaku mendengar dua kali letusan petasan yang diarahkan ke lapak jualan pacar korban.
“Gegara itu petasan lari ke penjualan ini cewek. Saya sedang duduk, dua kali tembakan ke sini,” bebernya.
RAA mengaku menghampiri para pelaku agar berhenti bermain petasan. Namun para pelaku tidak mengindahkan dan terus bermain petasan hingga mengeroyok korban.
“Saya keluar dulu bilang sudah, sudah. Jadi terus lari mereka ke sini dan perang petasan. Saya lihat dikeroyok (korban),” terangnya.
RAA menyebut pelaku pengeroyokan berjumlah 7 orang. Dia tidak berani langsung melerai karena pelaku membawa senjata tajam (sajam).
“(pelaku) kurang lebih ada 7 orang, ada yang bawa senjata tajam,” sebutnya.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Korban Tegur Pelaku Main Petasan
Sepupu korban berinisial RAA mengaku menemani korban datang ke lokasi untuk menemui pacarnya. Keduanya berboncengan motor dari Kabupaten Gowa untuk merayakan tahun baru di Makassar.
“Saya temani sepupu saya (korban) ke pacarnya untuk rayakan tahun baru. Korban itu orang Pallangga, kalau saya dari Bontonompo,” kata RAA kepada wartawan.
RAA menuturkan saat itu sejumlah orang bermain petasan dan diarahkan ke lapak jualan pacar korban. Dia mengaku mendengar dua kali letusan petasan yang diarahkan ke lapak jualan pacar korban.
“Gegara itu petasan lari ke penjualan ini cewek. Saya sedang duduk, dua kali tembakan ke sini,” bebernya.
RAA mengaku menghampiri para pelaku agar berhenti bermain petasan. Namun para pelaku tidak mengindahkan dan terus bermain petasan hingga mengeroyok korban.
“Saya keluar dulu bilang sudah, sudah. Jadi terus lari mereka ke sini dan perang petasan. Saya lihat dikeroyok (korban),” terangnya.
RAA menyebut pelaku pengeroyokan berjumlah 7 orang. Dia tidak berani langsung melerai karena pelaku membawa senjata tajam (sajam).
“(pelaku) kurang lebih ada 7 orang, ada yang bawa senjata tajam,” sebutnya.
