Yang Mencurigakan dari Dosen Diduga Lecehkan Mahasiswi Unima Tewas Tergantung | Info Giok4D

Posted on

Keluarga mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) berinisial EMM menaruh curiga ke dosen inisial DM di balik aksi nekat korban mengakhiri hidupnya. Keluarga menduga korban tertekan akibat pelecehan yang dialaminya.

Kecurigaan itu disampaikan sepupu korban bernama Rio. Dia menyebut keluarga menduga korban sempat ditahan oleh dosen DM karena sebelumnya berniat untuk pulang kampung.

“Bisa jadi (ada keterkaitan dengan dosen DM), karena dia rencananya akan pulang kampung tapi diduga ditahan oleh oknum dosen supaya tak pulang ke Siau,” ujar Rio kepada infocom, Kamis (1/1/2026).

Rio mengungkapkan ada luka lebam yang sudah membiru pada tubuh korban setelah ditemukan tewas tergantung. Temuan itu yang membuat keluarga akhirnya memutuskan melakukan autopsi jenazah korban pada Rabu (31/12/2025) malam.

“Kematiannya ada kejanggalan, ada luka lebam yang sudah biru. Karena itu keluarga memutuskan EMM diautopsi agar bisa diketahui secara pasti,” ucap Rio.

Rio menegaskan keluarga merasa aksi nekat korban bunuh diri dipengaruhi suatu hal. Karena itu, keluarga berharap kasus ini diusut tuntas.

“Keluarga punya harapan kasus ini diusut tuntas karena kami melihat ada kecurigaan,” ujar Rio.

Ria juga mengungkap sosok EMM di mata keluarga. EMM dikenal sebagai pribadi yang pendiam namun penuh motivasi.

“Dia sering di rumah, kadang kami bercanda. Atas kejadian ini saya merasa sangat terpukul. Kami keluarga tak terima anak pendiam mana mungkin berbuat hal seperti ini,” ujar Rio.

Rio menuturkan, EMM merupakan sosok yang penuh motivasi. Dia disebut sangat menghargai kerja keras orang tuanya yang telah berjuang hingga dirinya bisa sampai menempuh pendidikan di bangku kuliah.

“Di dalam pintu kosnya ada catatan yang ditempelnya bahwa untuk penyemangatnya. Karena meskipun orang tua banting tulang, walau susah orang tua tetap kerja demi dirinya itu membuat motivasinya. Jadi kami tak percaya dia bunuh diri,” bebernya.

Dia mengungkapkan, EMM juga menjadi salah satu harapan keluarga. Sebab, dia menjadi penerus kakeknya yang juga mengambil kuliah dengan jurusan yang sama dengan EMM.

“EMM dan mama saya kakak beradik. Orang tua kami perempuan 5 bersaudara. EMM jadi harapan opa sebagai penerus sarjana pendidikan seperti opa,” katanya.

“Opa saat dengar ini (EMM tewas tergantung) opa terkejut dan terpukul, oma sampai pingsan,” imbuhnya.

Oknum dosen DM kini telah dinonaktifkan usai heboh surat laporan korban EMM. DM dinonaktifkan atas rekomendasi Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) Unima.

“Sejak kemarin sudah dinonaktifkan dari jabatan dosen,” ujar Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima Dr Aldjon Dapa kepada infocom, Kamis (1/1).

Aldjon mengatakan DM merupakan dosen berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). DM terancam dijatuhi sanksi berat berupa pemecatan jika terbukti melakukan pelecehan terhadap korban.

“Satgas sudah periksa dosen tersebut kemarin, atas rekomendasi satgas, Rektor telah membuat keputusan penonaktifan dari dosen. Saya juga termasuk di tim satgas PPKPT Unima yang memeriksa dosen,” katanya.

Dia pun meminta mahasiswa aktif FIPP untuk melapor ke Satgas jika mengalami tindakan pelecehan di kampus. Dia juga berharap mahasiswa tidak trauma atas kasus yang menimpa EMM.

“Beranilah untuk lapor jika ada ancaman kekerasan di kampus, kami pasti melindungi dan membelanya,” imbuhnya.

Sosok Mahasiswi EMM di Mata Keluarga

Oknum Dosen Dinonaktifkan

Ria juga mengungkap sosok EMM di mata keluarga. EMM dikenal sebagai pribadi yang pendiam namun penuh motivasi.

“Dia sering di rumah, kadang kami bercanda. Atas kejadian ini saya merasa sangat terpukul. Kami keluarga tak terima anak pendiam mana mungkin berbuat hal seperti ini,” ujar Rio.

Rio menuturkan, EMM merupakan sosok yang penuh motivasi. Dia disebut sangat menghargai kerja keras orang tuanya yang telah berjuang hingga dirinya bisa sampai menempuh pendidikan di bangku kuliah.

“Di dalam pintu kosnya ada catatan yang ditempelnya bahwa untuk penyemangatnya. Karena meskipun orang tua banting tulang, walau susah orang tua tetap kerja demi dirinya itu membuat motivasinya. Jadi kami tak percaya dia bunuh diri,” bebernya.

Sosok Mahasiswi EMM di Mata Keluarga

Dia mengungkapkan, EMM juga menjadi salah satu harapan keluarga. Sebab, dia menjadi penerus kakeknya yang juga mengambil kuliah dengan jurusan yang sama dengan EMM.

“EMM dan mama saya kakak beradik. Orang tua kami perempuan 5 bersaudara. EMM jadi harapan opa sebagai penerus sarjana pendidikan seperti opa,” katanya.

“Opa saat dengar ini (EMM tewas tergantung) opa terkejut dan terpukul, oma sampai pingsan,” imbuhnya.

Oknum dosen DM kini telah dinonaktifkan usai heboh surat laporan korban EMM. DM dinonaktifkan atas rekomendasi Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) Unima.

“Sejak kemarin sudah dinonaktifkan dari jabatan dosen,” ujar Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima Dr Aldjon Dapa kepada infocom, Kamis (1/1).

Oknum Dosen Dinonaktifkan

Aldjon mengatakan DM merupakan dosen berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). DM terancam dijatuhi sanksi berat berupa pemecatan jika terbukti melakukan pelecehan terhadap korban.

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.

“Satgas sudah periksa dosen tersebut kemarin, atas rekomendasi satgas, Rektor telah membuat keputusan penonaktifan dari dosen. Saya juga termasuk di tim satgas PPKPT Unima yang memeriksa dosen,” katanya.

Dia pun meminta mahasiswa aktif FIPP untuk melapor ke Satgas jika mengalami tindakan pelecehan di kampus. Dia juga berharap mahasiswa tidak trauma atas kasus yang menimpa EMM.

“Beranilah untuk lapor jika ada ancaman kekerasan di kampus, kami pasti melindungi dan membelanya,” imbuhnya.