Tim gabungan TNI dan Polri membersihkan sampah di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), usai operasi SAR pesawat ATR 42-500 PK-THT dinyatakan berakhir. Pembersihan sisa sampah selama operasi turut melibatkan Balai Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (Babul) dan warga setempat.
“Kami dari Polres Pangkep bersama Balai Taman Nasional beserta masyarakat lokal dari Tompobulu, Kecamatan Balocci, kami melaksanakan pembersihan dari puncak Gunung Bulusaraung sampai ke perkampungan Tompobulu,” kata Kapolres Pangkep AKBP Husni Ramli, Minggu (25/1/2026).
Kegiatan bertajuk Bakti ATR ini berlangsung di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Sabtu (24/1) mulai pukul 06.30 Wita. Tim gabungan mengangkut sisa sampah mulai dari puncak Gunung Bulusaraung lalu turun ke pemukiman warga Desa Tompobulu.
“Kami mulai dari puncak Gunung Bulusaraung, jalur penurunan, hingga ke perkampungan Desa Tompobulu yang menjadi lokasi posko SAR gabungan selama tujuh hari,” ujarnya.
Husni mengatakan, aksi ini untuk membersihkan sisa-sisa sampah dari aktivitas pencarian dan evakuasi selama sepekan oleh dari tim SAR gabungan. Dia mengatakan, Bakti ATR dilakukan dengan warga Desa Tompobulu.
“Bakti ATR menyasar sisa-sisa perlengkapan operasi, sampah logistik, serta jejak aktivitas tim SAR gabungan yang tertinggal selama proses evakuasi,” ucapnya.
Dia mengatakan, kegiatan ini menjadi bentuk tanggung jawab moral sekaligus komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam kawasan Taman Nasional Bulusaraung. Aksi ini juga menegaskan komitmen Polri bersama masyarakat dalam menjaga kelestarian alam pasca operasi kemanusiaan.
“Menjaga kebersihan dan lingkungan ini tanggung jawab moral dan sosial kita sekaligus komitmen kami menjaga kawasan TN Babul agar tetap terjaga,” imbuh Husni.
Diketahui, Basarnas mengumumkan operasi SAR pesawat ATR 42-500 berakhir pada Jumat (23/1) malam. Keputusan ini ditetapkan setelah seluruh korban jatuhnya pesawat berhasil dievakuasi dari Gunung Bulusaraung Pangkep.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri pun telah mengidentifikasi 7 kru dan 3 penumpang kecelakaan udara itu. DVI memastikan identitas korban sesuai dengan manifes pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) tersebut.
“Hasil identifikasi berdasarkan pemeriksaan yang dilaksanakan oleh tim DVI, 10 korban sudah bisa diidentifikasi berdasarkan jumlah yang terdapat di manifes,” kata Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro dalam konferensi pers di Biddokkes Polda Sulsel, Sabtu (24/1).
Dari tujuh kru pesawat dalam manifes, dua orang di antaranya merupakan Pilot Captain Andi Dahanto dan Kopilot Farhan Gunawan. Selain itu ada Flight Operation Officer (FOO), Hariadi dan dua orang Engineer on Board (EOB) atau teknisi bernama Resti Ad dan Dwi Murdiono.
Dua kru lainnya merupakan Flight Attendant (FA) atau pramugari bernama Florencia Lolita dan Esther Aprilita. Sementara tiga penumpang masing-masing bernama Deden Maulana, Ferry Irawan dan Yoga Naufal merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
